A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Tahun 2011, Pendapatan PT Timah Rp 8,749.6 Miliar - Bangka Pos
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Bangka Pos

Tahun 2011, Pendapatan PT Timah Rp 8,749.6 Miliar

Kamis, 29 Maret 2012 19:18 WIB
Laporan Wartawan Bangka Pos, M Ismunadi

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - PT Timah (Persero) Tbk, hari ini, Kamis (29/3/2012), menyampaikan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2011. Perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 8,749.6 miliar. Sementara laba bersih yang diperoleh perusahaan plat merah itu sebesar Rp 896,8 miliar atau Rp 178,2 per saham.

Sekretaris Korporat PT Timah (Persero) Tbk, Abrun Abubakar mengatakan, laba bersih yang diperoleh perusahan tahun lalu lebih rendah 5 persen dibandingkan tahun 2010. Pada tahun 2010, PT Timah mendapat laba bersih sebesar Rp 947,9 miliar atau Rp 188,3 per saham.

"Lebih rendahnya laba bersih Perseroan pada tahun 2011 tersebut disebabkan oleh ketidakstabilan harga logam timah dunia yang terjadi pada semester kedua 2011 berdampak pada penurunan volume penjualan yang merupakan bagian dari gerakan moratorium (penundaan) ekspor timah dari Bangka Belitung," ungkap Abrun dalam siaran pers yang diterima bangkapos.com, Kamis (29/3/2012).

"Ketika harga timah turun sampai US$ 19.000 per Mton pada bulan Oktober 2011, harga timah tersebut lebih rendah dari pada biaya produksi," lanjutnya.

Abrun mengatakan, gerakan moratorium merupakan protes dari produsen timah Indonesia terhadap pedagang, yang menggunakan isu krisis ekonomi di Eropa untuk menurunkan harga timah di pasar global.

Secara fundamental, turunnya harga timah tersebut tidak cukup beralasan, karena stok logam timah di LME (London Metal Exchange) berada pada posisi di bawah normal (16.000 mton), sementara itu produksi timah di Indonesia sedang menurun akibat musim hujan dan kondisi cuaca buruk.

"Selama moratorium ekspor logam timah pada bulan Oktober hingga Desember 2011, manajemen mengurangi penjualan spot yang memang kurang menguntungkan pada saat harga timah rendah, sedangkan komitmen dengan pelanggan yang telah mengikat kontrak pembelian masih dilayani seluruhnya dengan baik," tegasnya.
Penulis: didit
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
101596 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas