Warga 'Serbu' Lokasi Tambang PT Koba Tin
Bangkapos.com - Jumat, 30 Maret 2012 22:14 WIB
Berita Terkait
- Warga Gang Bina Idamkan Jalan Setapak di Semen
- Jalan Desa Jeruk Sudah Disurvei Bupati
- Cabuli Pacar, Suwandi Diamankan Polisi
- Perekrutan CPNS 2013 Terancam Batal
- Supli Minta Kekurangan Pegawai Jadi Perhatian BKD
- PU Bateng Belum Miliki Tenaga Lab dan Mekanik
- Dukcapil Akan Keluarkan Surat Edaran Buat Akte Tidak…
- Siswa SMP Beprestasi Bisa ke Australia
- Zainab : Dihapus Atau Tidak PR Terserah Pemerintah
- Perbaikan Jalan Dusun Panang Dianggarkan 2014
Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Ratusan warga yang tergabung dari masyarakat Nibung dan Simpang Perlang menyerbu kawasan tambang aktif PT Koba Tin di Marbuk, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (30/03/2012).
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Ratusan warga yang tergabung dari masyarakat Nibung dan Simpang Perlang menyerbu kawasan tambang aktif PT Koba Tin di Marbuk, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (30/03/2012).
Ratusan warga yang melakukan aksi penambangan ini, dilakukan secara spontanitas. Usai sholat Jumat, sekitar pukul 13.00 WIB, mereka berbondong-bondong mendatangi lokasi Tambang PT Koba Tin ini untuk melakukan aktivitas penambangan di lokasi tersebut.
Aksi menambang bersama-sama ini, dilakukan sebagai bentuk protes warga yang meminta kejelasan kepada PT Koba Tin apakah mereka bisa melakukan aktivitas penambangan di Lokasi TI Marbuk tersebut.
Pantauan Bangkapos.com, di lokasi sejumlah ibu-bu serta anak-anak melakukan aktivitas penambangan dengan alat seadanya, mengunakan pacul, piring plastik, dan karung. Namun beberapa warga juga nekat membawa mesin robin.
Pada proses penambangan tersebut, sempat terjadi keributan kecil, antara petugas security PT Koba Tin, dengan masyarakat. Namun masyarakt tetap nekat, melakukan aktivitas tambang. Walaupun, sebelumnya tetap dilarang.
Aksi menambang bersama-sama ini, dilakukan sebagai bentuk protes warga yang meminta kejelasan kepada PT Koba Tin apakah mereka bisa melakukan aktivitas penambangan di Lokasi TI Marbuk tersebut.
Pantauan Bangkapos.com, di lokasi sejumlah ibu-bu serta anak-anak melakukan aktivitas penambangan dengan alat seadanya, mengunakan pacul, piring plastik, dan karung. Namun beberapa warga juga nekat membawa mesin robin.
Pada proses penambangan tersebut, sempat terjadi keributan kecil, antara petugas security PT Koba Tin, dengan masyarakat. Namun masyarakt tetap nekat, melakukan aktivitas tambang. Walaupun, sebelumnya tetap dilarang.
Sementara perwakilan dari manajemen PT Koba Tin, Pahlevi Sjahrun mengatakan bahwa PT Koba Tin tidak memberikan izin penambangan tersebut dilandasi suatu alasan. Dijelaskannya, ada aturan hukum yang telah mengaturnya, sehingga bukan kapasitas PT Koba Tin untuk memberikan izin tersebut dan bukan berarti Koba TIn tidak pro masyarakat.
"Mari bersama-sama kita pahami ini bahwa ada aturan yang telah mengaturnya dan itu dari Kementerian ESDM, bukan dari PT Koba Tin, karena PT Koba Tin ini juga hanya sebagai pemegang hak kontrak. Pemilik tanah ini tetap negara dan kita tidak bisa menyerahkan itu seenaknya tanpa aturan yang jelas, karena nantinya Koba Tin yang akan disalahkan," uja Pahlevi di hadapan perwakilan warga dan aparat Desa Nibung.
Penulis : zulkodri
Editor : emil
Rekomendasi Facebook




