Kamis, 11 Juni 2026

Ipda Ayu, Cantik Murah Senyum

Ipda Ayu Kusuma Ningrum. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2009 ini dikenal dengan polisi yang cantik...

Tayang:
Penulis: Hendra | Editor: fitriadi
zoom-inlihat foto Ipda Ayu, Cantik Murah Senyum
bangkapos.com/hendra
Ipda Ayu Kusuma Ningrum

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Image masyarakat takut dengan polisi masih banyak ditemui di tengah masyarakat. Tetapi bagaimana kalau polisinya wanita cantik atau disebut dengan Polwan.

Salah satunya polwan yang cantik adalah Ipda Ayu Kusuma Ningrum. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2009 ini dikenal dengan polisi yang cantik dan murah senyum.

Diumurnya yang baru 23 tahun, wanita asal Bangka ini menduduki jabatan sebagai Kaur Bin Ops (KBO) Satuan Polisi Lalulintas Polres Pangkalpinang.

Selain berparas cantik, postur tubuh yang semampai dan murah senyum ini Ayu kerap turun ke jalan mengatur arus lalulintas di seputaran jalan di Kota Pangkalpinang. Menjadi polisi menurut Ayu sesuatu cukup membanggakan dirinya dan orangtuanya.

"Menjadi polisi itu sudah cita-cita saya sejak kecil. Kalau lihat polisi pakai seragam polisi itu kelihatan gagah dan berwibawa. Bisa membantu masyarakat banyak," ungkap Ayu kepada bangkapos.com, Rabu (4/4/2012).

Tugas menjadi polisis seperti cita-citanya, cukup banyak menyita waktu. Apalagi menjadi polisi lalulintas. Ia harus bangun pagi hari, apel pagi, lalu mengatur lalulintas.

Ayu kemudian harus mengatur waktu untuk istirahat. Tak jarang, waktu istirahatnya berkurang karena banyak tugas yang harus diselesaikannya.

Ayu bangga bisa menjadi polisi. Menurutnya tidak setiap orang berkesempatan menjadi polisi. Apalagi bertugas di satuan polisi lalu lintas ini, sudah konsekuensinya untuk turun ke jalan membantu mengatur arus lalulintas.

Hampir setiap hari ia harus disinari panasnya matahari. Parasnya yang memang sesuai dengan namanya Ayu ini tak dikhatirnya tersengat matahari. Apapun tugas yang diberikan itu, harus dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab.

"Nggak masalah panas-panas ngatur jalan. Asalnya pengguna jalan mau mentaati peraturan lalulintas dan mau diatur sama polisi," kata Ayu.

Berbagai pengalaman selama mengatur lalintas pernah dialaminya. Ada yang benci dan bahkan takut kalau lihat polisi di jalan.
Jengkel atau dongkol sudah pasti ada, kata Ayu. Tetapi sebagai polisi lalulintas yang merupakan cerminan polisi ia harus bersikap ramah. Bahkan tak jarang dihardik oleh pengendara yang tidak mau diatur.
"Jengkel itu pasti ada. Itu karena mereka tidak menghargai tugas kita. Padahal kita mengatur lalulintas itu agar laju kendaraan tidak tersendat atau macet," ujar Ayu Kusuma Ningrum.

Bila menemui pengendara yang tidak menghargai itu, kata Ayu tidaklah sulit. Memang rasanya jengkel, tetapi hadapi saja dengan senyum.
"Kalau sudah begitu kita senyum saja. Nggak perlu marah, apalagi saat lalulintas padat. Bisa-bisa tambah macet," tutur Ayu terbiasa disiplin dididik orang tuanya yang seorang TNI ini.

Namun, kata Ayu tidak semua pengendara lalulintas yang tidak mau diatur. Ada juga yang mau mengikuti. Bahkan, ada juga yang mengerti kesulitan polisi saat mengatur lalulintas disaat berpanas-panasan.

"Pernah saat kita ngatur lalulintas, cuaca sedang panas, tiba-tiba ada pengendara mobil yang lewat dan memberikan kami minuman," cerita Ayu.

Ia berharap, image Polisi harus ditakuti masyarakat itu hilang. Polisi kata Ayu untuk melindungi masyarakat. Oleh karena itu, antara masyarakat dan polisi harus dekat untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved