• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Bangka Pos

Kaum Muda Lebih Optimis Soal Gaji

Kamis, 5 April 2012 21:30 WIB
Kaum Muda Lebih Optimis Soal Gaji
SHUTTERSTOCK
Dengan berpegang pada nilai gaji rekan kerja Anda, Anda mendapat keyakinan bahwa Anda pun berpeluang mengalami kesuksesan yang sama.
BANGKAPOS.COM - Penasaran dengan gaji rekan kerja yang sedikit lebih senior? Atau sirik karena rekan kerja di tim Anda digaji lebih tinggi? Tenang saja dulu.

Menurut penelitian, ketika melihat rekan kerja digaji lebih tinggi, Anda justru akan mengalami tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Pasalnya, dengan berpegang pada nilai gaji rekan kerja Anda itu, Anda mendapat keyakinan bahwa Anda pun berpeluang mengalami kesuksesan yang sama. Namun, hal ini hanya dialami oleh kaum muda.

"Orang biasanya kurang senang dengan adanya perbandingan-perbandingan," ujar Profesor Feliz FitzRoy, peneliti dari University of St Andrews School of Economics and Finance. "Semakin tinggi penghasilan rekan kerja seangkatannya, semakin buruk yang mereka rasakan. Tapi bagi kaum muda, yang terjadi adalah kebalikannya."

Penelitian berjudul So Far So Good: Age, Sex, Happiness and Relative Earnings, ini dilakukan di Jerman, dimana responden dibagi dalam kelompok-kelompok sesuai usia, pendidikan, dan lokasinya. Responden juga diidentifikasi dalam dua kategori, yaitu kelinci, atau mereka yang dipromosikan lebih cepat, atau kura-kura, atau mereka yang proses promosinya tidak begitu cepat.

Namun, harapan untuk mendapatkan kesuksesan yang sama ini ada batas waktunya. Mereka yang berusia di atas 45 tahun menjadi frustrasi dan terpuruk jika mereka masih digaji lebih rendah daripada rekan seangkatannya. Sedangkan mereka yang sudah pensiun tidak lagi terganggu dengan perbedaan penghasilan, karena lebih mengkhawatirkan masalah kesehatan.

 Lebih lanjut, FitzRoy mengatakan bahwa penemuan ini memberi pengaruh yang kurang baik bagi kalangan yang baru mengawali kariernya. "Dalam situasi dimana terjadi penghematan, harapan-harapan ini buyar secara sistematis karena dengan mendapatkan pekerjaan saja lulusan baru sudah beruntung. Jika mendapat pekerjaan pun, biasanya mereka di bawah kualifikasi."

Kenyataan tersebut seringkali merusak keyakinan diri generasi muda ini, apalagi jika prospek mendapatkan pekerjaan semakin sulit.
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
102433 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas