Gajah Banting Pawangnya
Sahri, keeper atau pawang gajah penghuni Kebun Binatang Surabaya (KBS), mengalami nasib sial.
BANGKAPOS.COM, SURABAYA - Sahri, keeper atau pawang gajah penghuni Kebun Binatang Surabaya (KBS), mengalami nasib sial. Seekor gajah yang biasa dirawatnya mendadak liar, Rabu (4/4/2012) siang.
Tubuh Sahri sempat dibanting, hingga tulang rusuknya retak. Sahri akhirnya dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat.
“Tadi saya sambangi, kondisinya sudah tidak ada masalah. Tulang rusuknya retak-retak tetapi menurut dokter setelah dilakukan ct scan, tidak sampai ke paru-paru. Orangnya juga sudah sadar,” tegas Tony Sumampouw, ketua Harian Tim Pengelola Sementara (TPS) KBS jilid II, Jumat (6/4/2012).
Menurut Tony, peristiwa itu bermula saat Sahri hendak membersihkan kandang yang dihuni dua ekor satwa berbelalai panjang ini. Saat asyik bekerja, tubuh Sahri mendadak ditarik oleh seekor gajah dengan belalainya. Namun tubuh Sahri justru terjatuh di depan gajah lainnya, yang menendangnya hingga membentur dinding kandang.
“Karena kandangnya kayak bunker, korban susah melarikan diri. Tidak ada kesempatan bagi dia untuk menghindar, karena seluruh kandang terdiri dari tembok. Untung langsung ditolong rekannya yang lain,” jelas Tony.
Apa sebenarnya yang menyebabkan binatang itu mendadak mengamuk? Menurut Tony, ada banyak faktor. Salah satunya, gajah sedang birahi dan tidak bisa melampiaskannya sehingga kemudian emosi.
Karenanya, pawang dalam bekerja memang harus ekstra hati-hati dan bekerja sesuai dengan standard operating procedure (SOP) yang ada. Utamanya, harus mengerti perilaku satwa.
“Harus memperhatikan SOP, karena kita bekerja dengan satwa liar yang setiap saat perilakunya bisa berubah. Karenanya, perlu sekali pawang itu akrab dengan satwanya,” ujar Tony.