Penderita DBD Tertinggi di Tanjungpandan
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kabupaten Belitung Dr Ikhwan mengklaim penderita demam berdarah dengue (DBD)
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kabupaten Belitung Dr Ikhwan mengklaim penderita demam berdarah dengue (DBD) paling banyak justru di Tanjungpandan. Sementara untuk Kecamatan Badau, Selat Nasik, Membalong dan Sijuk tergolong minim.
"Ada tapi tidak sebanyak di Tanjungpandan," kata Ikhwan kepada bangkapos.com, Rabu (4/4/2012).
Pola hidup masyarakat perkotaan, jelas Ikhwan memang mengalami pergeseran. Seharusnya, sudut pandang kebersihan penduduk yang tinggal di kota lebih baik dibandingkan di desa.
"Di Jakarta itu di kota lho, tapi banyak penderitanya (DBD--red). Begitu juga di Tanjungpandan," ungkap Ikhwan.
Menurut Ikhwan masalah di perkotaan bukan hanya sekadar kebersihan semata. Akan tetapi, sikap individualisme dengan mengesampingkan lingkungan menjadi faktor penting penderita DBD meningkat.
"Nyamuk ini bergerak pada radius 200 meter. Anggap saja rumah kita bersih, tapi sekitar kita, lingkungan kita bagaimana? Hal itulah yang terjadi di Tanjungpandan. Semangat gotong royong untuk kebersihan lingkungan sudah langka," papar Ikhwan.
Maka dari itu Ikhwan menyarankan agar setiap warga menyadari kebersihan secara global dan bersama-sama. Sehingga, perwujudan kebersihan menjadi hal nyata yang bisa dinikmati semua pihak.
"Marilah kita jaga lingkungan, jangan sendiri-sendiri terus. Dan tentunya ini berkaitan pada hal-hal lain yang mungkin bisa memotivasi yaitu pihak-pihak terkait lainnya," saran Ikhwan.
Sebelumnya diberitakan, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Belitung mencatat 65 kunjungan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) selama Januari dan Februari 2012.
Jumlah ini mengalami peningkatan pesat jika dibandingkan
angka kunjungan pasien Januari dan Februari 2011 yang hanya berjumlah
sembilan orang pasien atau total sepanjang tahun sebanyak 73 pasien.