Peringatan Dini Tsunami Dicabut
Bangkapos.com - Rabu, 11 April 2012 20:32 WIB
Share |
gempa.jpg
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Satu keluarga dari Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya) mengungsi dengan becak mesin, untuk mencari daerah tinggi di Kecamatan Blangpidie, pasca gempa Rabu (11/4/2012).

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - BMKG akhirnya mencabut peringatan dini potensi tsunami, setelah gempa berkekuatan 8,5 SR, dan diikuti gempa susulan 8,8 SR mengguncang Aceh pada Rabu (11/4/2012).

Hal itu disampaikan oleh Kepala BMKG Sri Woro B Harijono, saat jumpa pers di Jakarta, Rabu malam. BMKG mencabup peringatan dini tsunami pada pukul 19.45 WIB.

Dengan dicabutnya peringatan dini, masyarakat yang mengungsi bisa pulang ke rumah dengan aman. Namun, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di sepanjang pantai barat Sumatera untuk tetap waspada.

Early Warning

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengapresiasi sistem early warning atau peringatan dini bencana di Aceh dan terutama sepanjang pesisir Sumatera.

Sistem early warning yang bekerja bagus membuat masyarakat sigap mengamankan diri menjauhi pantai akibat peringatan potensi tsunami dari gempa yang melanda pesisir Sumatera.

"Kita bersyukur deteksi early warning sistem berjalan bagus," kata Taufik di gedung DPR Jakarta, Rabu (11/4/2012), malam.

Karena kesigapan semua aparat terkait, Taufik menegaskan sejauh ini tidak ada korban jiwa akibat gempa.

"Kita melihat hasil dari simulasi gempa berjalan dengan baik," kata dia.

Gempa bumi  8,9 SR melanda pesisir Sumatera dari Aceh sampai Padang, Rabu (11/4/2012) pukul 15:38:29 WIB.

Gempa berpusat di 434 km barat daya Meulaboh Aceh pada kedalaman 10 Km. BMKG telah mengeluarkan potensi tsunami namun sejauh ini hanya terjadi tsunami kecil di pantai Seumeule Aceh dan tidak mengakibatkan korban jiwa.

"Situasi sekarang dibanding tsunami 2004 jauh tertangani lebih baik sekarang dan lebih sistematis," ujarnya.

Editor : fitriadi
Sumber : Tribunnews


Rekomendasi Facebook