Kasus "Sumedang Ekspres" Dianggap Selesai
Kehebohan yang terjadi gara-gara seluruh awak redaksi Sumedang Ekspres diperiksa Polres Sumedang
Baik awak redaksi maupun kepolisian menyatakan bahwa insiden ini terjadi murni karena kesalahpahaman dan kurangnya silaturahmi antar dua belah pihak.
Hal itu diutarakan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Martinus Sitompul, di Bandung, Selasa (17/4/2012). Pembuatan berita acara pemeriksaan kepada enam orang awak redaksi sudah dihentikan dan kini Kapolres Sumedang Ajun Komisaris Besar Eka Satria Bakti, tengah berkunjung ke kantor Sumedang Ekspres dan berbincang dengan Pemimpin Redaksi, Maman Juherman.
"Semua hanya kesalahpahaman saja. Barangkali tindakan pemanggilan tersebut sedikit berlebihan," kata Martinus.
Insiden Sumedang Ekspres ini bermula pada karnaval memperingati hari ulang tahun Kabupaten Sumedang ke-434, tengah berlangsung dan dipusatkan di Alun-alun.
Kru Sumedang Ekspres menjadi salah satu peserta karnaval dan menggunakan kliping artikel mereka yang sudah naik cetak, sebagai hiasan mobil. Mereka menggunakan artikel yang diterbitkan tanggal 4 April dengan tajuk "Oknum Polisi Ngamuk."
Masalah timbul, ketika mobil tersebut melintasi alun-alun dan disaksikan oleh Kapolres Sumedang. Usai acara, seluruh awak mulai pemimpin redaksi hingga manajer umum, dipanggil untuk dimintai keterangan di Mapolres Sumedang. Mereka dikenai tuduhan penghinaan di muka umum.