• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 15 September 2014
Bangka Pos

Rumah Ketua DPRD Disatroni Maling

Rabu, 18 April 2012 22:02 WIB
BANGKAPOS.COM, KEFAMENANU - Rumah pribadi milik Robertus Vinsent Nailiu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur disatroni maling, Rabu (18/4/2012) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA.

Beruntung aksi pencuri yang ditengarai berjumlah dua orang itu diketahui oleh Joi Maumabe, seorang petugas jaga malam di kantor Statistik Kabupaten TTU.

"Ada dua orang datang dengan menggunakan sepeda motor Honda Revo dan berhenti tepat di samping kantor atau persis di depan rumah Ketua DPRD, kemudian salah satu dari mereka masuk ke rumah ketua DPRD dengan cara melompat pagar," kata Maumabe, Rabu (18/4/2012).

Begitu sadar ada yang tidak beres, ia langsung menelepon pembantu ketua DPRD dengan maksud supaya membangunkan penghuni rumah yang lain. Tapi setelah panggilan telepon tidak disahut, ia kemudian keluar dari kantor mendekat ke arah kedua orang tersebut. Karena aksi mereka diketahui, salah satu pencuri langsung buru-buru keluar dan kemudian kabur.

Ditemui secara terpisah, salah seorang pembantu ketua DPRD, Neli Fatin, yang sempat ditelepon oleh Maumabe, mengatakan bahwa tidak ada barang yang dicuri.

"Saya ditelepon sebanyak tiga kali oleh Maumabe sekitar pukul 02.00 dini hari tadi, tapi karena tertidur pulas saya tidak angkat, baru pagi tadi, Maumabe beritahu saya kalau semalam ada pencuri yang mau masuk ke rumah," kata Fatin.

Karena tak berhasil menjarah rumah ketua DPRD, diduga kedua pencuri itu mengalihkan sasaran ke rumah milik Manuel Paiva, di Jalan Kenari, yang jaraknya sekitar 500 meter arah utara, dari rumah ketua DPRD.

Di rumah Manuel Paiva, mereka berhasil mencuri 1 kalung emas, 1 gelang, 2 cincin nikah, HP merek Nokia dan dompet yang berisi uang Rp 300.000, dan sejumlah surat-surat penting lainnya seperti, SIM, STNK, Kartu Kredit dan kartu ATM.

"Kejadiannya dini hari sekitar pukul 02.30, pencuri sebelumnya mencongkel jendela kamar dan mengambil perhiasan di dalam lemari, kemudian HP dan dompet yang berisi surat-surat penting yang saya simpan di atas meja kamar, sehingga kerugian yang saya alami mencapai puluhan juta rupiah," kata Paiva.

Meski demikian, Paiva enggan melaporkan ke polisi, karena menurutnya kasus seperti ini jarang sekali terungkap. "Pencuma saya lapor, karena pencurinya tidak akan tertangkap karena itu saya ikhlas atas kehilangan barang-barang saya tersebut," kata Paiva.

Selanjutnya, Paiva mengimbau kepada warga Kefamenanu dan sekitarnya agar selalu waspada di malam hari karena aksi pencurian mulai marak kembali.
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
104607 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas