Selasa, 23 Desember 2014
Bangka Pos
Home » Iptek

Kepiting Ungu Ditemukan di Filipina

Senin, 23 April 2012 21:23 WIB

Kepiting Ungu Ditemukan di Filipina
AFP
Kepiting Ungu
BANGKAPOS.COM, MANILA — Empat spesies kepiting air tawar baru yang memiliki warna ungu ditemukan di Filipina. Jenis kepiting tersebut ditemukan di bawah bongkahan batu besar dan akar pohon di aliran sungai. Diketahui, kepiting itu memakan tanaman mati, buah, dan bintang kecil yang ada di sungai pada malam hari.

Keunikan dari kepiting yang ditemukan adalah memiliki cangkang berwarna ungu dengan capit dan kaki yang berwarna merah.

"Telah diketahui bahwa kepiting bisa melakukan pembedaan warna. Sepertinya pewarnaan ini punya kaitan erat dengan fungsi sinyal dalam perilaku sosial," kata Hendrik Freitag dari Senckenberg Museum of Zoology, Jerman.

"Ini menjelaskan mengapa pejantan besar pada berbagai spesies Insulamon punya warna lebih merah dibandingkan betina kebanyakan dan anakan yang berwarna ungu," tambah Freitag seperti dikutip AFP, Sabtu (21/4/2012).

Kepiting tersebut tepatnya ditemukan di wilayah Palawan. Kekayaan hayati kepiting di wilayah ini telah diteliti sejak tahun 1980, di mana saat itu ditemukan spesies Insulamon unicorn.

Studi lanjut kemudian menemukan spesies kepiting lain yang juga termasuk dalam genus Insulamon.

"Berdasarkan material yang ada, lima spesies lain ditemukan, empat di antaranya baru dalam ilmu pengetahuan," kata Freitag, yang memublikasikan temuannya di Raffles Bulletin of Zoology National University of Singapore.

Spesies kepiting terbesar yang ditemukan bernama Insulamon magnum berukuran 53 mm x 41,8 mm. Sementara yang terkecil, Insulamon porculum, berukuran 33,1 mm x 25,1 mm.

Dua spesies lain yang ditemukan bernama Insulamon palawense dan Insulamon johannchristiani.

Studi Conservation International menyatakan bahwa Filipina termasuk 17 negara yang kaya keanekaragaman hayati. Namun, sama seperti Indonesia, banyak wilayah di Filipina juga menghadapi ancaman.

Habitat kepiting ungu adalah salah satu yang terancam oleh aktivitas pembangunan, pertambangan, dan pertanian. Semakin terbatas habitat, keberadaan kepiting ungu semakin terancam.
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas