Bursa AS Dikhawatirkan ke Zona Merah
Bangkapos.com - Selasa, 24 April 2012 08:31 WIB

kompas
Ilustrasi
Berita Terkait
- 14 TKI Buka Usaha Setelah Pulang dari Tokyo
- Fatin 'Diboyong' Hadiri Acara Hipmi Sulsel
- Inilah Keunggulan Sony XperiaZ
- Dahlan: MUI Boleh Pilih Bank Syariah Jadi BUMN
- Rp 21 T untuk CSR dari Bank Ini
- Kenaikan BBM Bakal Disertai Suku Bunga
- Jepang Lirik Indonesia Usai Bertikai dengan China
- Daihatsu Ingin Jadi Sahabat Masyarakat
- ADM Gelar Test Drive Serentak di 6 Kota Besar
- Novita Dewi Seperti Bermimpi Jadi Kenyataan
NEW YORK, KOMPAS.com - Wall Street ditutup melemah pada Senin (23/4/2012) waktu setempat (Selasa pagi WIB) tetapi terhindar dari penurunan curam awal perdagangan, karena pasar fokus pada ketidakpastian politik dan ekonomi di Eropa serta beberapa hasil laba AS tak sesuai harapan.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 102,09 poin (0,78 persen) menjadi mengakhiri sesi perdagangan di 12.927,17. Indeks saham S&P 500 turun 11,59 poin (0,84 persen) menjadi 1.366,94, sedangkan indeks teknologi Nasdaq merosot 30,00 poin (1,00 persen) menjadi 2.970,45.
"Kekhawatiran ekonomi dari seluruh dunia telah memicu suasana ’bearish’ (lesu) di Wall Street," kata Karee Venema di Schaeffer’s Investment Research.
Wall Street bergabung dengan kerugian saham global karena banyaknya data ekonomi mengecewakan dan laporan keuangan perusahaan menekan sentimen. "Sementara kalender ekonomi domestik kosong dari jadwal rilis, kegiatan bisnis zona euro tak terduga melambat, sementara laporan awal menunjukkan produksi manufaktur China terus melambat," para analis Charles Schwab & Co mengatakan. "Selain itu, ketidakpastian politik di Prancis dan Belanda menambah ke kecemasan di Wall Street."
Aktivitas manufaktur China mengalami kontraksi untuk keenam bulan berturut-turut, dan di 17-negara zona euro, aktivitas sektor swasta menyusut paling tajam dalam lima bulan terakhir.
Pemerintah Belanda runtuh pada Senin, sehari setelah Presiden Prancis Nicolas Sarkozy kalah dalam pemungutan suara putaran pertama presiden oleh Sosialis Francois Hollande.
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan kabinetnya mengundurkan diri setelah pemerintahannya gagal mencapai kesepakatan atas langkah-langkah penghematan.
Saham Wal-Mart memimpin saham unggulan (blue-chip) Dow lebih rendah, terjun 4,7 persen setelah mengatakan selama akhir pekan, pihaknya menyelidiki dugaan suap terhadap operasinya di Meksiko. Pada Senin, dua anggota kongres senior AS meluncurkan penyelidikan atas tuduhan tersebut.
Di sisi pendapatan, ConocoPhillips mencatat penurunan 2,0 persen keuntungan untuk kuartal pertama, gagal memenuhi harapan. Saham ConocoPhillips turun 0,8 persen.
Pembuat sarapan sereal Kellogg jatuh 6,1 persen setelah melaporkan penjualan kuartal pertama lebih lemah dari perkiraan, dirugikan oleh Eropa, dan menurunkan perkiraan untuk setahun penuh.
Pfizer turun 0,8 persen setelah mengumumkan penjualan bisnis makanan bayinya, Pfizer Nutrition, kepada raksasa makanan Swiss Nestle seharga 11,85 miliar dollar AS secara tunai.
Microsoft turun 0,9 persen setelah menyetujui kesepakatan 550 juta dollar AS untuk menjual ratusan paten AOL untuk raksasa jaringan sosial Facebook. Setelah bel penutupan, Facebook melaporkan laba kuartalannya merosot menjadi 205 juta dollar AS meskipun pendapatannya melonjak karena terbentur kenaikan biaya penelitian dan promosi menjelang debutnya di pasar saham.
Wall Street dilanda aksi jual setelah pada Jumat ditutup bervariasi. Indeks Dow naik 0,5 persen, S&P 500 bertambah 0,1 persen dan Nasdaq kehilangan 0,2 persen.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 102,09 poin (0,78 persen) menjadi mengakhiri sesi perdagangan di 12.927,17. Indeks saham S&P 500 turun 11,59 poin (0,84 persen) menjadi 1.366,94, sedangkan indeks teknologi Nasdaq merosot 30,00 poin (1,00 persen) menjadi 2.970,45.
"Kekhawatiran ekonomi dari seluruh dunia telah memicu suasana ’bearish’ (lesu) di Wall Street," kata Karee Venema di Schaeffer’s Investment Research.
Wall Street bergabung dengan kerugian saham global karena banyaknya data ekonomi mengecewakan dan laporan keuangan perusahaan menekan sentimen. "Sementara kalender ekonomi domestik kosong dari jadwal rilis, kegiatan bisnis zona euro tak terduga melambat, sementara laporan awal menunjukkan produksi manufaktur China terus melambat," para analis Charles Schwab & Co mengatakan. "Selain itu, ketidakpastian politik di Prancis dan Belanda menambah ke kecemasan di Wall Street."
Aktivitas manufaktur China mengalami kontraksi untuk keenam bulan berturut-turut, dan di 17-negara zona euro, aktivitas sektor swasta menyusut paling tajam dalam lima bulan terakhir.
Pemerintah Belanda runtuh pada Senin, sehari setelah Presiden Prancis Nicolas Sarkozy kalah dalam pemungutan suara putaran pertama presiden oleh Sosialis Francois Hollande.
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan kabinetnya mengundurkan diri setelah pemerintahannya gagal mencapai kesepakatan atas langkah-langkah penghematan.
Saham Wal-Mart memimpin saham unggulan (blue-chip) Dow lebih rendah, terjun 4,7 persen setelah mengatakan selama akhir pekan, pihaknya menyelidiki dugaan suap terhadap operasinya di Meksiko. Pada Senin, dua anggota kongres senior AS meluncurkan penyelidikan atas tuduhan tersebut.
Di sisi pendapatan, ConocoPhillips mencatat penurunan 2,0 persen keuntungan untuk kuartal pertama, gagal memenuhi harapan. Saham ConocoPhillips turun 0,8 persen.
Pembuat sarapan sereal Kellogg jatuh 6,1 persen setelah melaporkan penjualan kuartal pertama lebih lemah dari perkiraan, dirugikan oleh Eropa, dan menurunkan perkiraan untuk setahun penuh.
Pfizer turun 0,8 persen setelah mengumumkan penjualan bisnis makanan bayinya, Pfizer Nutrition, kepada raksasa makanan Swiss Nestle seharga 11,85 miliar dollar AS secara tunai.
Microsoft turun 0,9 persen setelah menyetujui kesepakatan 550 juta dollar AS untuk menjual ratusan paten AOL untuk raksasa jaringan sosial Facebook. Setelah bel penutupan, Facebook melaporkan laba kuartalannya merosot menjadi 205 juta dollar AS meskipun pendapatannya melonjak karena terbentur kenaikan biaya penelitian dan promosi menjelang debutnya di pasar saham.
Wall Street dilanda aksi jual setelah pada Jumat ditutup bervariasi. Indeks Dow naik 0,5 persen, S&P 500 bertambah 0,1 persen dan Nasdaq kehilangan 0,2 persen.
Editor : emil
Sumber : Kompas.com
Rekomendasi Facebook