Astra Raih Laba Rp 46,4 Triliun
Kinerja dan performa positif ditunjukkan PT Astra International selama kuartal pertama 2012.
BANGKAPOS.COM, BANDUNG - Kinerja dan performa positif ditunjukkan PT Astra International selama kuartal pertama 2012. Grup raksasa yang bergerak dalam berbagai sektor, seperti otomotif, perbankan, jasa keuangan, alat berat-pertambangan, agrobisnis, infrastruktur, dan teknologi informasi (TI) itu sukses meraih keuntungan besar.
Chief of Corporate Communications PT Astra International, Arief Istanto mengatakan, selama kuartal pertama tahun ini, pihaknya meraih pendapatan bersih senilai Rp 46,4 triliun.
"Angka itu melebihi pencapaian periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 38,7 triliun atau tumbuh 20 persen," kata Arief, Sabtu (28/4/2012).
Ditambahkan Arief, naiknya pendapatan bersih itu memicu terjadinya pertumbuhan laba bersih menjadi Rp 4,6 triliun atau lebih tinggi delapan persen daripada realisasi periode yang sama 2011, yang nilainya Rp 4,3 triliun. Pencapaian ini terjadi berkat kinerja positif hampir seluruh sektor bisnis PT Astra International.
Arief menuturkan, laba bersih yang diraih PT Astra International itu tercapai berkat adanya kontribusi sektor-sektor bisnisnya. Sebagai contoh, sebutnya, divisi otomotif.
Pada kuartal pertama 2012, laba bersih divisi itu naik menjadi Rp 2,4 triliun atau tumbuh 22 persen. Angka itu termasuk laba Rp 1,1 triliun dari perseroan dan anak perusahaan ditambah perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities di bidang otomotif sejumlah Rp 1,3 triliun.
Laba sektor otomotif itu, lanjutnya, tercapai berkat penjualan produk-produk otomotf, seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot, dan UD Truck, plus sepeda motor Honda. Untuk mobil, total penjualan mencapai 146 ribu unit. Sedangkan sepeda motor, angka penjualannya 1,1 juta unit.
Kontribusi lainnya, sambung Arief, diberikan divisi jasa keuangan, yang meliputi PT Federal International Finance (FIF), Astra Credit Companies (ACC), dan Toyota Astra Financial Services (TAFS), yang secara total naik enam persen atau menjadi Rp 12,5 triliun.
"Angka itu pun termasuk joint bank financing without recourse," katanya.
Untuk sektor perbankan dan asuransi, sambung Arief, PT Asuransi Astra Buana (AAB) dan PT Bank Permata Tbk, pun mengalami pertumbuhan.
"Umpamanya, PT Bank Permata, yang meraih laba bersih Rp 331 miliar atau naik 3 persen," ujar Arief.