A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

"Iwak Peyek" Iringi Demo di Kedubes Malaysia - Bangka Pos
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 16 April 2014
Bangka Pos

"Iwak Peyek" Iringi Demo di Kedubes Malaysia

Selasa, 1 Mei 2012 11:47 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

BANGKAPOS.COM, JAKARTA
- Aksi unjuk rasa buruh Migran Care di depan Kantor Kedubes Malaysia, Jl Rasuna Said, Jakarta, Selasa (1/5/2012) diiringi lagu "Iwak Peyek".

Sambil menyanyikan lagu yang dipopulerkan artis dangdut Trio Macan itu, para pendemo menuntut pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan kasus tiga TKI meninggal dunia akibat tembakan oleh polisi Malaysia.

Tidak hanya itu, puluhan demonstran yang mayoritas berasal dari Migrant Care pun mengacungkan jari tengah mereka ke arah pagar Kedubes Malaysia.

Nurmawi (45), kakak dari Mad Noor, mengatakan bahwa kondisi jenazah adiknya yang menjadi korban kebiadaban polisi diraja Malaysia pada 24 Maret 2012 lalu sangat memprihatinkan.

"Ada tembakan di pipi kiri, dada kiri atas dada dan bawah dan sebelah hidung, sangat memprihatinkan, seolah- olah bukan dianggapa seperti manusia," sesal Nurmawi sambil terisak tangis, Selasa (1/5/2012).

Ia bersama keluarga 2 korban lainnya hanya dapat berharap agar kasus ini dapat diusut tuntas. Haji Maksum (54), ayah Herman pun mengungkapkan isi hatinya. Maksum sempat pingsan begitu mendapat kabar dari keluarganya di Malaysia bahwa anak kebanggannya meninggal dengan tragis.

"Begitu dapat kabar saya langsung pingsan ngga nyangka anak saya pergi cari uang untuk anak istri tiba-tiba diberitakan mati," ujar Maksum kepada Tribunnews.com.

Maksum juga bercerita bahwa kondisi jenazah anaknya sangat menyedihkan.
"Badannya dijahit dari kiri ke kanan, anak saya diperlakukan seperti kambing," paparnya.

Massa yang melakukan aksi di depan Kedubes Malaysia pun akhirnya membubarkan diri setelah berorasi selama 1 jam. Sayangnya, tak ada perwakilan dari Dubes Malaysia yang menerima pendemo ini.
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
106686 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas