A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Penghuni LP Ngamuk dan Serang Polisi - Bangka Pos
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Bangka Pos

Penghuni LP Ngamuk dan Serang Polisi

Selasa, 1 Mei 2012 23:31 WIB
Penghuni LP Ngamuk dan Serang Polisi
(Serambi Indonesia/Budi Fatria)
Ratusan napi mengamuk dan membakar baju serta barang-barang milik tiga oknum polisi yang ditahan di kamar nomor 4 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banda Aceh, di kawasan Pagar Air, Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (30/4). Kerusuhan itu bermula saat kunjungan sejumlah polisi berbaju preman yang melihat tiga rekan mereka sesama polisi yang ditahan di LP tersebut karena kasus narkoba. Usai berkunjung terjadi keributan antara para oknum polisi tersebut dengan petugas sipir penjara hingga membuat ratusan napi lainnya marah dan mengamuk.
BANGKAPOS.COM, BANDA ACEH - Ratusan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II/A Banda Aceh di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (30/4) mengamuk. Mereka menyerang serombongan polisi yang datang membesuk karena disebut-sebut memarahi sipir.

Ada beberapa versi informasi yang diterima Serambi terkait penyebab amuk tersebut. Versi Kepala LP Kelas II/A Banda Aceh, Ridwan Salam menyebutkan, sekitar pukul 13.00 WIB kemarin, serombongan polisi yang berjumlah sekitar 10 orang (berpakaian preman dan dinas) datang membesuk empat rekan mereka yang ditahan karena kasus narkoba. Tiba-tiba salah seorang polisi pembesuk marah-marah saat diberi tahu oleh petugas LP bahwa jam bertamu sudah berakhir. Bahkan seorang polisi berpakaian preman memukul meja petugas LP.

Dengan cepat kabar itu sampai ke telinga penghuni LP. Para penghuni LP marah atas perlakuan polisi yang memarahi sipir yang selama ini mengayomi mereka. Lalu penghuni LP bereaksi. Mereka “menyerbu” ruang tamu dan melempar kesepuluh pembesuk tersebut, termasuk mengejar empat polisi yang selama ini ditahan di LP itu.

Kemarahan penghuni LP tak cuma sampai di situ. Sebagian di antaranya bergerak ke sel khusus tempat polisi ditahan. Dari sel itu mereka ambil dan keluarkan barang-barang milik keempat polisi tahanan itu, termasuk pakaiannya. Kemudian, semua benda tersebut mereka sulut dengan api. Musnah.

Disebutkan juga bahwa saat ratusan penghuni menggeledah sel tempat keempat polisi itu ditahan, mereka mengaku menemukan bong (alat pengisap sabu-sabu).

Akibat amuk penghuni LP tersebut, sebagian kaca jendela pecah dan beberapa lembar atap seng LP penyot terkena hujan batu. Bahkan, sejumlah polisi mengaku terkena lemparan batu dan terpaksa lari tunggang langgang ke luar LP. Kendati demikian, tidak ada korban jiwa dalam kerusuhan itu.

Menghindari meluasnya aksi, puluhan polisi dikerahkan ke lokasi kejadian termasuk tujuh personel Polisi Militer (PM). Hampir bersamaan dengan itu Kakanwil Depkumham Aceh, Dr Yatiman Eddy SH MHum juga tiba di tempat kejadian dan berhasil meredam amuk.

Versi lain

Versi lain berdasarkan pengakuan seorang napi menyebutkan, amuk itu dipicu saat beberapa polisi datang membesuk seorang temannya yang ditahan di LP itu karena tersangkut narkoba. Namun, saat sipir memanggil-manggil nama tahanan dimaksud, ia tidak menyahut juga tidak tunjuk tangan.

Akhirnya, sipir mengajak polisi yang datang membesuk itu untuk mengenali langsung dari sel ke sel mana kawan yang dia maksud. Setelah orang tersebut ditemukan, tahanan itu pun dibawa ke ruang tamu. Di tempat ini sang tahanan ditegur oleh sipir, mengapa tadi saat namanya dipanggil tidak menyahut.

Merasa dimarahi, tahanan itu membalas dengan suara lantang bahwa jangan sepelekan dia, karena dia masih berstatus polisi. Sipir tersebut pun membalas, profesi polisi itu di luar LP, tapi kalau di dalam LP, semua tahanan atau napi harus tunduk pada aturan LP. Pertengkaran mulut pun tak terelakkan.

Diduga karena jumlah sipir jauh lebih ramai dari polisi yang membesuk, akhirnya polisi tahanan tersebut meminjam HP dari temannya, lalu menelepon beberapa temannya sesama polisi. Tak lama kemudian datang sekitar sepuluh orang ke LP.

Mendengar polisi datang hendak menyerbu petugas LP, para napi dan tahanan pun bergerak menunjukkan aksi solidaritas. Dan, amuk pun terjadi.

LP Kelas II/A Banda Aceh selama ini dihuni 492 napi serta tahanan kepolisian, kejaksaan, maupun tahanan hakim. Saat gempa 8,5 SR melanda Aceh 11 April lalu, tembok pagar belakang LP itu rubuh. Hingga kini belum selesai diperbaiki secara permanen.
Editor: suhendri
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas