Sabtu, 5 September 2015

Penghuni LP Ngamuk dan Serang Polisi

Selasa, 1 Mei 2012 23:31

Penghuni LP Ngamuk dan Serang Polisi
(Serambi Indonesia/Budi Fatria)
Ratusan napi mengamuk dan membakar baju serta barang-barang milik tiga oknum polisi yang ditahan di kamar nomor 4 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banda Aceh, di kawasan Pagar Air, Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (30/4). Kerusuhan itu bermula saat kunjungan sejumlah polisi berbaju preman yang melihat tiga rekan mereka sesama polisi yang ditahan di LP tersebut karena kasus narkoba. Usai berkunjung terjadi keributan antara para oknum polisi tersebut dengan petugas sipir penjara hingga membuat ratusan napi lainnya marah dan mengamuk.

Ada beberapa versi informasi yang diterima Serambi terkait penyebab amuk tersebut. Versi Kepala LP Kelas II/A Banda Aceh, Ridwan Salam menyebutkan, sekitar pukul 13.00 WIB kemarin, serombongan polisi yang berjumlah sekitar 10 orang (berpakaian preman dan dinas) datang membesuk empat rekan mereka yang ditahan karena kasus narkoba. Tiba-tiba salah seorang polisi pembesuk marah-marah saat diberi tahu oleh petugas LP bahwa jam bertamu sudah berakhir. Bahkan seorang polisi berpakaian preman memukul meja petugas LP.

Dengan cepat kabar itu sampai ke telinga penghuni LP. Para penghuni LP marah atas perlakuan polisi yang memarahi sipir yang selama ini mengayomi mereka. Lalu penghuni LP bereaksi. Mereka “menyerbu” ruang tamu dan melempar kesepuluh pembesuk tersebut, termasuk mengejar empat polisi yang selama ini ditahan di LP itu.

Kemarahan penghuni LP tak cuma sampai di situ. Sebagian di antaranya bergerak ke sel khusus tempat polisi ditahan. Dari sel itu mereka ambil dan keluarkan barang-barang milik keempat polisi tahanan itu, termasuk pakaiannya. Kemudian, semua benda tersebut mereka sulut dengan api. Musnah.

Disebutkan juga bahwa saat ratusan penghuni menggeledah sel tempat keempat polisi itu ditahan, mereka mengaku menemukan bong (alat pengisap sabu-sabu).

Akibat amuk penghuni LP tersebut, sebagian kaca jendela pecah dan beberapa lembar atap seng LP penyot terkena hujan batu. Bahkan, sejumlah polisi mengaku terkena lemparan batu dan terpaksa lari tunggang langgang ke luar LP. Kendati demikian, tidak ada korban jiwa dalam kerusuhan itu.

Menghindari meluasnya aksi, puluhan polisi dikerahkan ke lokasi kejadian termasuk tujuh personel Polisi Militer (PM). Hampir bersamaan dengan itu Kakanwil Depkumham Aceh, Dr Yatiman Eddy SH MHum juga tiba di tempat kejadian dan berhasil meredam amuk.

Versi lain

Halaman12
Editor: suhendri
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas