Almarhumah drg Ani
Dokter Teladan Itu Telah Tiada
Ramah lemah, lembut dan selalu tersenyum, begitu teman-teman seprofesinya menilai keseharian drg Ani y
Tayang:
Penulis: M Zulkodri |
Istimewa/Dok.Dinkes Bateng
drg Ani, paling kiri ketika memberikan pengarahan dan penjelasan kepada staff di pukesmas Simpang Katis belum lama ini.
Laporan wartawan Bangkapos, Zulkodri
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Ramah lemah, lembut dan selalu tersenyum, begitu teman-teman seprofesinya menilai keseharian drg Ani yang tewas akibat lakalantas, Rabu (2/5/2012) di ruas jalan Pangkalpinang - Sungailiat diketahui seorang yang supel serta mudah bergaul.
Dokter gigi yang telah mengabdikan diri melayani masyarakat selama tujuh tahun di Simpang Katis ini, meninggalkan dua orang anak.
Sejak ditetapkan menjadi PNS tahun 2005, berbagai prestasi diukir olehnya. Dimana di tahun 2008, dirinya juga pernah dinobatkan menjadi petugas paramedis teladan. Pada 2012 ini, dirinya kembali mendapat penghargaan petugas paramedis teladan. Bahkan SKnya sudah ada di Bupati untuk di tandatangan.
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Ramah lemah, lembut dan selalu tersenyum, begitu teman-teman seprofesinya menilai keseharian drg Ani yang tewas akibat lakalantas, Rabu (2/5/2012) di ruas jalan Pangkalpinang - Sungailiat diketahui seorang yang supel serta mudah bergaul.
Dokter gigi yang telah mengabdikan diri melayani masyarakat selama tujuh tahun di Simpang Katis ini, meninggalkan dua orang anak.
Sejak ditetapkan menjadi PNS tahun 2005, berbagai prestasi diukir olehnya. Dimana di tahun 2008, dirinya juga pernah dinobatkan menjadi petugas paramedis teladan. Pada 2012 ini, dirinya kembali mendapat penghargaan petugas paramedis teladan. Bahkan SKnya sudah ada di Bupati untuk di tandatangan.
"Selain ulet, tidak pernah mengeluh dan mudah bergaul dan low profile. Dirinya termasuk salah seorang dokter dengan ide yang cerdas," ujar pengelola program
kesehatan gigi dan mulut Dinkes Bateng, Sumaini, kepada bangkapos.com, Kamis (03/05/2012).
kesehatan gigi dan mulut Dinkes Bateng, Sumaini, kepada bangkapos.com, Kamis (03/05/2012).
Sebelum almarhumah meninggal dunia, dirinya sempat mendapat SMS bahwa dirinya mau bed rest karena capek.
"Saya sempat dapat SMS, beliau mau istirahat karena capek. Bahkan tiga hari sebelum meningal dirinya terlihat memnag berbeda. Dan berpesan kepada orangtuanya dengan menitipkan anaknya. Pokoknya yang selalu jadi ciri khasn baik SMS maupun telepon dia selalu, memulai dengan kata-kata hai sayang, dengan suara yang khas dan lembut," kenang Sumaini.
"Saya sempat dapat SMS, beliau mau istirahat karena capek. Bahkan tiga hari sebelum meningal dirinya terlihat memnag berbeda. Dan berpesan kepada orangtuanya dengan menitipkan anaknya. Pokoknya yang selalu jadi ciri khasn baik SMS maupun telepon dia selalu, memulai dengan kata-kata hai sayang, dengan suara yang khas dan lembut," kenang Sumaini.
Drg Ani juga terkenal ulet serta rajin turun kelapangan. Tidak segan-segan dirinya langsung mengahadapi pasien terutama anak-anak yang sulit dan tidak mau diperiksa giginya.
"Pokoknya pintar dan rajin. Jadi wajar kalau beliau dapat penghargaan paramedis teladan. Kami merasa kehilangan," imbuhnya sedih.