Ayam Ini Berkaki Empat
Seperti ayam normal lainnya, ayam berwarna putih milik Syamsul (25), warga Panroko, Kelurahan Kampung Baru
Syamsul Alam, seorang peternak ayam pejantan dan juga pengusaha jual telur, sangat sayang dengan ayamnya yang satu ini. Dua kakinya normal layaknya ayam biasa, dua kaki lainnya, tergantung di dekat dubur. Ayam jantan yang dia beri nama Aco, kerap ia bawa jalan-jalan menggunakan mobil.
"Umur ayam ini sekira 2 bulan lebih, ayam pejantan, sejumlah orang sudah ingin membeli dengan harga yang tinggi, tapi saya menolak untuk menjualnya," kata Syamsul saat ditemui saat memandikan ayam, Senin (7/5/2012) sore ini.
Awalnya, saat berusia empat minggu, kaki ayam tersebut belum terlihat, setelah berumur satu bulan, kedua kaki tambahan baru terlihat. Keduanya kelihatan tergantung di dekat dubur. "Hingga kini, kaki ayam saya yang di belakang sudah mencapai 10 cm, dan saya perlakukan spesial, " katanya.
Berbeda dengan ayam-ayam lainnya, Syamsul menempatkan ayam ini secara terpisah. Kandang khusus pun ia bangun, untuk tempat ayam berkaki empat itu. "Untuk tidak memudahkan ayam ini sakit, saya membuatkan kandang khusus untuknya," jelasnya.
Setiap hari, ayam Syamsul ramai dikunjungi warga yang kebetulan penggemar ayam. Tamin warga Pancasila, Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung yang datang khusus untuk melihat ayam berkaki empat ini. Ia merasa heran, karena baru kali ini dia melihat fenomena semacam ini. "Baru kali ini, saya melihat ayam yang berkaki empat, saya juga seorang penggemar ayam. Misalnya agam gaga, dan ayam bangkok, tapi, saya sangat tertarik melihat keanehan ayam dari Syamsul," terangnya.