Edison Prihatin Banyak Pelajar Terjerumus Seks Bebas
Kepala Dinas Pendidikan Pangkalpinang Edison merasa prihatin dengan banyaknya pelajar yang terjerumus seks bebas.
Penulis: nurhayati | Editor: suhendri
BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Dinas Pendidikan Pangkalpinang Edison Taher merasa prihatin dengan banyaknya pelajar yang terjerumus seks bebas. Namun diakui Edison, pihaknya belum mendapatkan data mengenai pelajar dari sekolah mana saja di Pangkalpinang yang terjerumus seks bebas tersebut.
"Kami belum mendapatkan data mengenai hal ini. Tetapi dari pihak sekolah biasanya jika ada siswa yang tingkah lakunya mencurigakan maka wali kelasnya bisa memanggil siswa tersebut, dan anak-anak juga bisa konsultasi melalui BK (badan konseling-red) di sekolah," kata Edison kepada bangkapos.com, Selasa (8/5/2012).
Menurutnya, peran orang tua dalam mendidik dan mengawasi pergaulan anak-anak mereka sangat diperlukan agar tidak terpengaruh pergaulan bebas.
"Siswa berada di sekolah dari pukul 07.00 hingga 14.00 WIB. Kalau di sekolah jelas pengawasannya. Nah selebihnya mereka berada di rumah ini peran dari orang tua," kata Edison.
Di sisi lain Edison mengungkapkan, pada tahun 2011seluruh sekolah sudah menerapkan pendidikan karakter bagi siswa, yang mengajarkan moral, nilai kejujuran, budi pekerti dan akhlak yang baik. Pendidikan karakter ini tidak sekadar teori tetapi juga praktik sehingga siswa bisa berprilaku baik.
"Memang untuk langsung terlihat tidak bisa karena butuh proses. Apalagi di Pangkalpinang ini menjadi model pendidikan karakter yang terpilih dari 16 sekolah di Indonesia," kata Edison.
"Selain itu sejak tahun 2004, di Kota Pangkalpinang sudah diterapkan untuk siswa SD beragama Islam yang masuk SMP harus bisa baca Alquran sehingga mereka tidak sekadar membaca, tetapi mengerti dan memahami artinya agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Edison.
Ia menambahkan, imbaun dari dinas pendidikan maupun sekolah agar anak tidak terpengaruh ke hal-hal negatif sudah sering dilakukan. "Bahkan bekerja sama dengan pihak kepolisian dan badan anti narkotika namun semuanya tergantung kepada anak-anak sendiri," imbuhnya.
"Kita juga mengharapkan peran masyarakat mengawasi pergaulan anak-anak ini. Memang kadang pengaruh lingkungan itu sangat besar. Hal seperti ini tidak saja terjadi di Pangkalpinang tetapi juga bisa terjadi di mana saja. Kegiatan seperti ini sulit dihilangkan, kita hanya berusaha semaksimal mungkin meminimalisirnya," kata Edison.