Puting Beliung Terjang 16 Rumah Warga Penyak
Teriak histeris dan ketakutan melanda warga Desa Penyak Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng),
Tayang:
Penulis: M Zulkodri |
Laporan wartawan Bangkapos, Zulkodri
BANGKAPOS.COM, BANGKA---Teriak histeris dan ketakutan melanda warga Desa Penyak Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Selasa (08/05/2012) sekitar pukul 13.45 WIB. Terjangan angin puting beliung yang berlangsung dalam hitungan menit, memporakporandakan sekitar 16 unit rumah di empat RT bertetangga. Beruntung dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa.
Salah satu rumah yang terkena angin puting beliung adalah ketua RT, Samsiar dan tiga rumah para janda, yakni Kamasiah ( Janda tua-red) Asna, (Janda anak tiga), Dan Takma Janda anak tiga, selain itu, rumah warga sekitar juga mengalami kerusakan yakni Anisa, Awit, Bob, Tayib, Karli, Sipin, Daud, Barkes, Kandar, Abdul Muin, Tinan, Yana, PIt dan Badrun
Informasi yang dihimpun bangkapos.com, kejadian angin puting beliung yang melanda Desa Penyak terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan berlangsung kurang lebih 10 menit.
BANGKAPOS.COM, BANGKA---Teriak histeris dan ketakutan melanda warga Desa Penyak Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Selasa (08/05/2012) sekitar pukul 13.45 WIB. Terjangan angin puting beliung yang berlangsung dalam hitungan menit, memporakporandakan sekitar 16 unit rumah di empat RT bertetangga. Beruntung dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa.
Salah satu rumah yang terkena angin puting beliung adalah ketua RT, Samsiar dan tiga rumah para janda, yakni Kamasiah ( Janda tua-red) Asna, (Janda anak tiga), Dan Takma Janda anak tiga, selain itu, rumah warga sekitar juga mengalami kerusakan yakni Anisa, Awit, Bob, Tayib, Karli, Sipin, Daud, Barkes, Kandar, Abdul Muin, Tinan, Yana, PIt dan Badrun
Informasi yang dihimpun bangkapos.com, kejadian angin puting beliung yang melanda Desa Penyak terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan berlangsung kurang lebih 10 menit.
Ketua BPD Bateng, Sapri mengemukakan bahwa kejadian angin puting saat itu berlangsung dalam tempo relatif singkat.
"Kami tidak menyangka akan ada puting beliung. Kami bekerja seperti biasanya. Memang sebelum kejadian langit mendung. tiba datang deru pusaran angin yang berputar-putar menuju ke pantai. Warga yang melihat langsung masuk ke rumah. Atap rumah terbuat dari genteng pun berhamburan," paparnya menceritkan peristiwa mencekam tersebut," ujar Sapri.
Kepala Desa (Kades) Penyak, Rustam mengatakan musibah tersebut, terjadi dan merusak 15 unit rumah warga di bagian atapnya. Diantaranya menerjang di empat kawasan RT yang saling berdekatan masing-masing RT 4, RT 5, RT 6 dan RT 7.
"Kami tidak menyangka akan ada puting beliung. Kami bekerja seperti biasanya. Memang sebelum kejadian langit mendung. tiba datang deru pusaran angin yang berputar-putar menuju ke pantai. Warga yang melihat langsung masuk ke rumah. Atap rumah terbuat dari genteng pun berhamburan," paparnya menceritkan peristiwa mencekam tersebut," ujar Sapri.
Kepala Desa (Kades) Penyak, Rustam mengatakan musibah tersebut, terjadi dan merusak 15 unit rumah warga di bagian atapnya. Diantaranya menerjang di empat kawasan RT yang saling berdekatan masing-masing RT 4, RT 5, RT 6 dan RT 7.
"Kerusakan rumah warga dari pantauan kita rata-rata terlihat kerusakan hanya di bagian atap rumah saja," ujar Rustam.
Dikatakan Rustam, usai kejadian pihak Pemkab Bateng telah turun ke lokasi bencana guna memberikan bantuan tanggap darurat kepada 16 KK yang rumahnya mengalami kerusakan di bagian atapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bateng, Siti Aswati melalui Kabid Kesejahteraan Sosial, Wiwik mengatakan bahwa pihaknya telah turun ke lokasi dan memberikan bantuan tanggap darurat sebanyak 25 unit terpal.
Dikatakan Rustam, usai kejadian pihak Pemkab Bateng telah turun ke lokasi bencana guna memberikan bantuan tanggap darurat kepada 16 KK yang rumahnya mengalami kerusakan di bagian atapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bateng, Siti Aswati melalui Kabid Kesejahteraan Sosial, Wiwik mengatakan bahwa pihaknya telah turun ke lokasi dan memberikan bantuan tanggap darurat sebanyak 25 unit terpal.

