Sikat Uang Kolektor Timah, Residivis Didor
Pelarian Suh alias Yan (33) warga Dusun Tambang 10 Desa Rindik, Kabupaten Bangka Selatan (Basel)
Tayang:
Penulis: Iwan Satriawan |
Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Pelarian Suh alias Yan (33) warga Dusun Tambang 10 Desa Rindik, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Kepulauan Bangka Belitung berakhir pada Kamis (10/5/2012) dini hari WIB.
BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Pelarian Suh alias Yan (33) warga Dusun Tambang 10 Desa Rindik, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Kepulauan Bangka Belitung berakhir pada Kamis (10/5/2012) dini hari WIB.
Aparat harus melumpuhkan residivis dengan menembak kakinya. Suh, diduga kuat yang menyikat puluhan juta milik Maryati, seorang kolektor timah warga Lalang Tunu Toboali, Kabupaten Basel, 11 April silam, di Simpang Empat Teladan Toboali.
Informasi yang dihimpun bangkapos.com, menyebutkan Suh dilumpuhkan dengan timah panas saat mencoba kabur. Berkat kesigapan tim gabungan Satreskrim Polres Basel, Intel dan Polsek Toboali akhirnya Sur tak berkutik di Dusun tambang 10 Desa Rindik, Kamis dini hari.
Sur yang dikenal sebagai residivis pencurian dengan pemberatan (Curat) ini sebelumnya sempat buron selama satu bulan. Ia diduga merupakan tersangka tunggal kasus pencurian uang, Rabu 11 April 2012 milik Maryati di tempat kejadian perkara (TKP). Kala itu, korban berhenti untuk membeli barang di warung.
Saat hendak melakukan pembayaran, Maryani terkejut bukan kepalang karena uang yang disimpan dalam tas warna kuning sebesar 33 juta dan dompet warna merah sebesar 1,5 juta di dalam bagasi motornya sudah raib.
Dari keterangan warga yang kebetulan berada di lokasi kejadian, uang Maryani diduga disikat seorang lelaki menggunakan sepeda motor.
Berdasarkan hasil penyelidikan Polres Basel, tersangka pencurian tersebut diduga Suh yang merupakan residivis kasus pencurian. Suh dikabarkan sempat kabur keluar Pulau Bangka.
Hasil pelacakan aparat akhirnya jejak tersangka terdeteksi menyusul informasi, Suh pada Rabu (9/5/2012) sore pulang ke rumahnya di tambang 10 Desa Rindik.
Mengetahui keberadaan buruannya, jajaran Polres Basel yang saat ini sadang menggelar operasi Tertib menumbing 2012, Kamis (10/5/2012) dini hari langsung bergerak melakukan penyergapan.
Suh yang mengetahui kedatangan petugas mencoba kebur melalui jendela rumahnya. Melihat buruannya berusaha kabur, anggota Reskrim Polres Basel terpaksa menembak kaki Suherman.
Kasat Reskrim Polres Basel AKP Andi Rahmadi Seizin Kapolres AKBP M Yusup saat dikonfirmasi membenarkan penembakan terhadap Suh.
Sur yang dikenal sebagai residivis pencurian dengan pemberatan (Curat) ini sebelumnya sempat buron selama satu bulan. Ia diduga merupakan tersangka tunggal kasus pencurian uang, Rabu 11 April 2012 milik Maryati di tempat kejadian perkara (TKP). Kala itu, korban berhenti untuk membeli barang di warung.
Saat hendak melakukan pembayaran, Maryani terkejut bukan kepalang karena uang yang disimpan dalam tas warna kuning sebesar 33 juta dan dompet warna merah sebesar 1,5 juta di dalam bagasi motornya sudah raib.
Dari keterangan warga yang kebetulan berada di lokasi kejadian, uang Maryani diduga disikat seorang lelaki menggunakan sepeda motor.
Berdasarkan hasil penyelidikan Polres Basel, tersangka pencurian tersebut diduga Suh yang merupakan residivis kasus pencurian. Suh dikabarkan sempat kabur keluar Pulau Bangka.
Hasil pelacakan aparat akhirnya jejak tersangka terdeteksi menyusul informasi, Suh pada Rabu (9/5/2012) sore pulang ke rumahnya di tambang 10 Desa Rindik.
Mengetahui keberadaan buruannya, jajaran Polres Basel yang saat ini sadang menggelar operasi Tertib menumbing 2012, Kamis (10/5/2012) dini hari langsung bergerak melakukan penyergapan.
Suh yang mengetahui kedatangan petugas mencoba kebur melalui jendela rumahnya. Melihat buruannya berusaha kabur, anggota Reskrim Polres Basel terpaksa menembak kaki Suherman.
Kasat Reskrim Polres Basel AKP Andi Rahmadi Seizin Kapolres AKBP M Yusup saat dikonfirmasi membenarkan penembakan terhadap Suh.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, Suh usai melakukan aksinya langsung kabur ke Palembang dan Jambi," ujar kasat.