Kamis, 11 Juni 2026

Ray Rangkuti: SBY dan Anas Meruncing

'Perang' politik antara SBY dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kian terbuka dan meruncing.

Tayang:
Editor: fitriadi
zoom-inlihat foto Ray Rangkuti: SBY dan Anas Meruncing
petapolitik.com
Ray Rangkuti
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - 'Perang' politik antara Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kian terbuka dan meruncing.

Permainan politik kubu SBY di internal demokrat makin terlihat di permukaan, terutama jika dilihat dari kasus hukum yang ditimpakan pada Anas. Sebagai sebuah organisasi kepartaian, terlihat adanya kubu yang terlihat sangat menginginkan agar Anas segera dipanggil KPK, dan artinya segera lengser dari ketua umum.

“Yang melakukan ini adalah orang yang jelas ada di sekeliling SBY, dan tentunya jelas SBY yang berperan. Kira-kira begitu yang saya baca,” ujar Direktur Lingkar Madani Untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti dalam pesan singkatnya, Jumat (11/5/2012).

SBY, kata Ray, sulit untuk menutup-nutupi perannya dalam pertarungan politik di internal Partai Demokrat.

“SBY sulit menutup-nutupi andilnya dalam pertarungan politik tingkat tinggi di internal Partai Demokrat, sebagaimana yang dilakukan selama ini. Artinya akan terjadi perang lebih terbuka antara kedua kubu,” ujar Ray

Ray juga mengungkapkan bahwa perlawanan Anas pun akan semakin kencang, salah satunya dengan manuver memunculkan kemungkinan partai Demokrat mengusung calon presiden eksternal. Hal ini, terang Ray, akan sangat strategis karena sama sekali di luar skenario dan keinginan SBY. Bahkan, terang dia, beberapa tokoh dekat SBY langsung menangkalnya dengan mengatakan bahwa Demokrat tak akan buru-buru membahas soal Capres.

“Isu capres eksternal itu dimunculkan dengan tidak melibatkan kubu istana. Makanya muncul nama-nama kandidat demokrat seperti JK, Mahfud MD, Prabowo, bahkan Sri Mulyani. Kemudian mewacanakan konvensi capres demokrat. Jurus ini akan berusaha ditangkal oleh kubu SBY,” tegasnya.

Menurut Ray, perlawanan Anas tentunya akan terus terjadi, terlebih selama ini dia sudah menang telak dalam berbagai pertarungan politik dengan kubu SBY. Pertama dalam kongres pemilihan ketua umum, kemudian dalam rapimnas yang gagal melengserkan Anas, serta dalam pembahasan kasus Bail Out Bank Century di DPR.

“Dalam tiga pertarungan ini kan telak kubu SBY kalah, artinya Anas juga bukan tidak kuat untuk melawan,” tegasnya.

Terkait peran SBY yang tidak tampak di permukaan, Ray menjelaskan dua alasan, yakni ketakutan SBY terhadap risiko penilaian negatif karena terlalu dominan bermain di Partai Demokrat. Hal ini secara organisasi kepartaian akan dianggap negatif sehingga citra SBY akan rusak. Alasan kedua, terang Ray, SBY tak berani muncul langsung karena jelas bisa memunculkan resistensi di Partai Demokrat.

“SBY bisa mendapat penolakan di internal partai demokrat sendiri jika dia berani langsung tampil berhadapan dengan Anas. Antusias warga Demokrat terhadap SBY bisa hilang, apalagi banyak kalangan Partai Demokrat yang berharap agar SBY jangan terlalu banyak mengurus Demokrat karena dia adalah Presiden. Inilah yang membuat SBY tak berani turun langsung, tapi toh perannya di belakang layar tetap terbaca,” pungkas Ray.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved