• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Bangka Pos

Pramugari Babel Jadi Korban Sukhoi

Sabtu, 12 Mei 2012 08:33 WIB

Pramugari Babel Jadi Korban Sukhoi
merdeka.com
Aditya Recodianty (kiri) dan rekan kerjanya sesama pramugari SKY Aviation saat berfose di depan Sukhoi Superjet 100 sebelum demo terbang.
Laporan Wartawan Bangka Pos/Riyadi, Alza, Tribunnews.com

BANGKAPOS.COM, JAKARTA
- Penumpang Sukhoi Superjet 100 asal Bangka Belitung yang menjadi korban jatuhnya pesawat buatan Rusia itu  rupanya bukan hanya Heyder Bachsin, tetapi juga Aditya Recodianty, pramugari SKY Aviation.

Tya, sapaan akrab Aditya adalah putri Buyung Saleh, musisi asal Bangka Selatan. Meski belum bisa dipastikan nasib kedua penumpang pesawat yang diperkirakan jatuh saat melakukan joy flight tersebut, pihak keluarga berusaha menerima kemungkinan terburuk.

Di kediaman Tya, sapaan akrab Aditya, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, digelar pengajian bersama sejak Kamis (10/5/2012) malam. Kegiatan itu diikuti para tetangga dan keluarga.

Kunjungan keluarga dan tetangga juga tampak di kediaman Heyder di daerah Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/5) malam. Sayang, Wiwik Widyastuti, istri Heyder masih syok sehingga belum mau diajak berbincang-bincang dengan wartawan.

“Ibu masih syok mas, tidak bisa diajak ngobrol dulu,” ujar Fian, seorang sopir pribadi Heyder saat ditemui wartawan tadi malam.

Fian mengaku baru saja kembali dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur bersama Wiwik dan anaknya. Menurut Fian, belum adanya kepastian tentang nasib Heyder membuat keluarga terus cemas.
Sementara itu, Susan Louise Sepang (55), Ibunda Tya, mengaku belum bisa menyampaikan musibah yang kemungkinan menimpa anaknya kepada sang cucu. Tya memiliki seorang anak berusia lima tahun.

Bocah bernama Nicholas Aiken Suryadi itu tinggal bersama Tya dan kedua orang tuanya di kawasan Tebet, sejak Tya pisah dari suaminya.
“Belum, dia belum menanyakan tentang maminya (Tya). Yang dia tahu Tya sedang kerja, terbang, dan belum pulang,” ujar Susan saat ditemui Tribunnews.com, Kamis (10/5/2012) malam.

Susan mengaku bingung dan tidak tahu bagaimana caranya untuk memberitahu keadaan Tya pada cucunya itu (Nico). Ia mengaku masih belum tega memberitahukan perihal kejadian yang menimpa Tya pada cucunya tersebut.

“Ya, namanya anak kecil, dia belum mengerti. Cuma nanti yang saya bingung bagaimana harus menjawab jika Nico menanyakan maminya pada saya,” jelasnya.

Dari ekspresinya, Nico, sapaan akrab Nicholas, tampak belum mengetahui nasib malang yang menimpa ibunya. Meski hari sudah larut malam, Nico tampak asyik memainkan sepeda roda tiga miliknya di dalam rumah.

Susan dan kelurga tidak berharap banyak dengan kejadian ini. Dia menyerahkan semuanya kepada Sang Pencipta. Dan apabila Tya ditemukan sudah meninggal, berarti Nico kehilangan ibundanya.

“Ya Nico berarti kehilangan Tya, karena ayah Nico sendiri saya tidak tahu di mana. Tya dan ayahnya Nico sudah lama berpisah,” kata Susan.
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas