Rabu, 10 Juni 2026

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta

Ahok Merasa Diserang Kampanye Hitam

Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama menjadi sasaran kampanye hitam menjelang pelaksanaan Pilkada DKI.

Tayang:
Editor: fitriadi
zoom-inlihat foto Ahok Merasa Diserang Kampanye Hitam
pesatnews.com
Jokowi dan Ahok
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama menjadi sasaran kampanye hitam menjelang pelaksanaan Pilkada DKI.

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok menyebut kampanye hitam yang menimpa dirinya dan Jokowi membuktikan besarnya peluang mereka untuk memenangkan Pilgub DKI Jakarta.

"Orang kampanye hitam sama kita, berarti kita dianggap kemungkinan bisa menang atau runner up. Kalo gak ada kemungkinan menang gak ada yang akan mau kampanye hitam. Ngapain buang-buang duit, buang tenaga," ujar Ahok usai acara debat mengenai program kesehatan Cagub-Cawagub DKI Jakarta 2012 di Fakultas Kedokteran UI, Salemba, Senin (14/5/2012).

Ahok memandang kampanye hitam yang dialamatkan kepada dirinya dan Jokowi justru menjadi sosialisasi bagi mereka. Ahok yang tinggal di Jakarta sejak duduk di bangku SMA yakin warga Jakarta tidak akan begitu saja termakan kampanye hitam.

"Kampanye hitam justru bagian dari sosialisasi. Nih ada orang gila yang gak amanah Jokowi dan Ahok mau jadi gubernur. Orang DKI (Jakarta) lain dengan di kampung, mereka akan cari tahu ke Solo atau Belitong, bener gak sih. Ternyata ia dengar (Jokowi-Ahok) bagus, nah selesai. Namanya hitam itu berubah jadi positif," ujar Ahok.

Meskipun demikian Ahok mengatakan timnya sudah memetakan daerah mana yang rawan terpengaruh kampanye hitam, dan mereka tentu akan turun ke daerah itu untuk memberi penjelasan kepada masyarakat.

"Kami tentu juga akan turun, kami sudah petakan kantong mana yang terpengaruh kampanye hitam, kami sudah tahu sebarannya, nah kami akan turun ke situ," ujar Ahok.

Ahok yakin masyarakat memiliki bahasa politik yang sama, yaitu nurani. Masyarakat akan tahu yang mana yang tulus, yang mana yang bulus.

Mantan Bupati Belitung Timur itu juga berjanji akan berupaya meningkatkan gaji dokter yang bekerja di puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemprov DKI. Ahok menjelaskan peningkatan gaji bagi dokter di puskesmas maupun RSUD itu berlaku bagi yang statusnya sudah menjadi PNS maupun yang masih berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT).

"Gaji mereka harus sama dengan gaji yang diterima dokter di rumah sakit swasta. Kami menargetkan anggaran kesehatan harus mencapai 10 persen dari APBD DKI. Saat ini baru mencapai sembilan persen," ujar Ahok.

Ia menegaskan anggaran rumah sakit tidak boleh digunakan seluruhnya untuk pengadaan seminar-seminar kesehatan oleh para dokter. Menurutnya anggaran tersebut sudah seharusnya digunakan untuk kepentingan pasien.

"Kami juga akan melakukan pemerataan. Bagi dokter yang mau pulang ke daerah asalnya akan diberikan insentif. Selain itu, juga akan dilakukan pengadaan ambulans di seluruh puskesmas untuk menangani masalah gawat darurat," urainya.

Ahok menambahkan, mata rantai yang hilang selama ini adalah melakukan transparansi anggaran kesehatan kepada warga Jakarta.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved