Cindy: Dag-dig-dug, Tunggu Pengumuman
Perasaan takut masih menghinggapi Cindy Maura Restu, siswi SMAN 1 Tanjungpandan yang menghadapi
Tayang:
Laporan Wartawan Bangka Pos, Al Adhi S
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Perasaan takut masih menghinggapi Cindy Maura Restu, siswi SMAN 1 Tanjungpandan yang menghadapi pengumuman kelulusan. Berdebar rasa saat dirinya keingat mengenai masa depannya yang dipengaruhi pengumuman itu.
Namun perasaan optimis selalu ditancapkan dalam hatinya untuk memperoleh hasil yang terbaik. Tak hanya soal kelulusan, ujian masuk juga perguruan tinggi negeri (PTN) juga sudah disiapkan dan berharap dapat mewujudkan cita-citanya.
"Perasaan jelang pengumuman mah pastinya getar, dag-dig-dug dak karuan. Tapi, harus optimistis lah. Insya Allah lulus dengan nilai yang baik. Dan dapat perguruan tinggi negeri sesuai harapan. Insya Allah," ujar Dayang Belitong 2011 ini kepadabangkapos.com, Senin (14/5/2012).
Walaupun Cindy mengetahui format kelulusan UN berbeda dengan tahun sebelumnya, namun ia tak bisa membohongi perasaannya soal rasa takut hasil UNnya. Cindy tetap berusaha berpikir positif tentang hasil UNnya itu.
"Biarpun udah beda formatnya, tapi kan tetap harus waspada dengan kemungkinan terburuk. Insya Allah yakin, Cindy pasti lulus," kata Cindy.
Cindy mengaku semua mata pelajaran yang di-UN-kan susah semua. Namun mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran paling susah. Pasalnya membutuhkan pemahaman yang benar dalam membaca soal-soalnya.
Persiapan menjelang UN lalu sudah dilakukan Cindy dengan matang. Soal-soal latihan sudah ia lahap bersama teman-temannya. Ia juga mengikuti beberapa kali try out.
"Namanya juga UN, pasti susah lah. Soal-soalnya membingungkan. Dari semua itu yang paling susah Bahasa Indonesia," sebut Cindy.
Saat ini sendiri Cindy tengah sibuk mengikuti bimbingan belajar di Bandung, Jawa Barat. Persiapan ini ia lakukan untuk mengikuti tes masuk Universitas Padjajaran mengambil jurusan Pendidikan Matematika.
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Perasaan takut masih menghinggapi Cindy Maura Restu, siswi SMAN 1 Tanjungpandan yang menghadapi pengumuman kelulusan. Berdebar rasa saat dirinya keingat mengenai masa depannya yang dipengaruhi pengumuman itu.
Namun perasaan optimis selalu ditancapkan dalam hatinya untuk memperoleh hasil yang terbaik. Tak hanya soal kelulusan, ujian masuk juga perguruan tinggi negeri (PTN) juga sudah disiapkan dan berharap dapat mewujudkan cita-citanya.
"Perasaan jelang pengumuman mah pastinya getar, dag-dig-dug dak karuan. Tapi, harus optimistis lah. Insya Allah lulus dengan nilai yang baik. Dan dapat perguruan tinggi negeri sesuai harapan. Insya Allah," ujar Dayang Belitong 2011 ini kepadabangkapos.com, Senin (14/5/2012).
Walaupun Cindy mengetahui format kelulusan UN berbeda dengan tahun sebelumnya, namun ia tak bisa membohongi perasaannya soal rasa takut hasil UNnya. Cindy tetap berusaha berpikir positif tentang hasil UNnya itu.
"Biarpun udah beda formatnya, tapi kan tetap harus waspada dengan kemungkinan terburuk. Insya Allah yakin, Cindy pasti lulus," kata Cindy.
Cindy mengaku semua mata pelajaran yang di-UN-kan susah semua. Namun mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran paling susah. Pasalnya membutuhkan pemahaman yang benar dalam membaca soal-soalnya.
Persiapan menjelang UN lalu sudah dilakukan Cindy dengan matang. Soal-soal latihan sudah ia lahap bersama teman-temannya. Ia juga mengikuti beberapa kali try out.
"Namanya juga UN, pasti susah lah. Soal-soalnya membingungkan. Dari semua itu yang paling susah Bahasa Indonesia," sebut Cindy.
Saat ini sendiri Cindy tengah sibuk mengikuti bimbingan belajar di Bandung, Jawa Barat. Persiapan ini ia lakukan untuk mengikuti tes masuk Universitas Padjajaran mengambil jurusan Pendidikan Matematika.