Zircon Mengandung Logam Tanah Jarang
Santi Dwi Pratiwi mengatakan zircon dan monasite adalah mineral yang mengandung logam tanah jarang.
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Sarjana teknik geologi Universitas Trisakti, Santi Dwi Pratiwi mengatakan zircon dan monasite adalah mineral yang mengandung logam tanah jarang (LTJ).
"Sebagian besar tambang LTJ di dunia menggunakan mineral bastnaesite sebagai bahan bakunya," kata Santi kepada bangkapos.com, belum lama ini.
Selain zircon dan monasite, mineral lain yang mengandung LTJ adalah apatite, allanit, xenotime, dan bastnaesite.
Sandi menjelaskan LTJ meliputi 17 unsur kimia, yakni scandium (Sc), ittrium (Y), lanthanum
(La), cerium (Ce), praseodymium (Pr), neodimium (Nd), promethium (Pm),
samarium (Sm), europium (Eu), gadolinium (Gd), terbium (Tb), disprosium
(Dy), holmium (Ho), erbium (Er), thulium (Tm), itterbium (Yb), dan
lutetium (Lu).
Saat ini, lanjut Santi, dunia sedang diributkan dengan kemungkinkan pengurangan
pasokan LTJ. Hal itu menyusul rencana China sebagai eksportir terbesar
LTJ mengurangi kuota ekspor.
"Untuk eksplorasi mineral zircon pada lingkungan pengendapan placer
dapat dilakukan dengan cara pemetaan geologi dan metoda geofisika.
Dimulai dengan tahapan studi literatur suatu daerah seperti, peta
geologi regional dan stratigrafi regional," papar mahasiswa S2 Akita University, Jepang ini.
Santi menambahkan, dengan mempelajari peta geologi regional dan stratigrafi regional suatu
daerah, maka dapat diketahui urutan batuan yang membentuk daerah
tersebut. Begitupula sejarah batuan sumber dari mineral zircon yang biasanya
berupa intrusi batuan beku granitik.
"Dengan mengetahui keterdapatan batuan sumber (source rock), maka dapat
diperkirakan keterdapatan dan penyebaran dari mineral zircon pada daerah
tersebut. Kemudian dilakukan pemetaan geologi untuk mencari, menetapkan
serta menghitung potensi dari mineral zircon yang terdapat pada
endapan placer tersebut," kata Santi.
Santi mengatakan zircon memiliki daya tahan tinggi terhadap pelapukan dan abrasi. Makanya akumulasi mineral ini dapat membentuk konsentrasi bernilai ekonomis di lingkungan pengendapan transisi sublingkungan garis pantai dan lingkungan pengendapan laut.
"Mulai dari pantai di wilayah Kalimantan Barat hingga Kalimantan Timur mempunyai keterkaitan erat dengan aliran sungai yang berhulu ke daerah batuan sumber zircon," kata Santi.
Di Pulau Belitung sendiri, potensi kandungan zircon terdapat di Tanjungpandan dan Badau. Potensi lainnya terdapat di Pulau Bangka, Belitung dan Karimun Kundur. Zirkon ditambang bersama dengan kasiterit.
"Pengolahan zircon termasuk sangat komplek. Selain memisahkannya dari mineral pengganggu , juga dipisahkan dari mineral berat lainnya," tambah alumni SMA Negeri 1 Manggar ini.