Babel Jangan Seperti Dabo Singkep
Himpunan Ilmuwan dan Cendekiawan Bangka Belitung (HICBB) tak ingin Bangka Belitung (Babel) menjadi pulau mati
Penulis: Alza Munzi | Editor: suhendri
BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Himpunan Ilmuwan dan Cendekiawan Bangka Belitung (HICBB) tak ingin Bangka Belitung (Babel) menjadi pulau mati setelah ditinggalkan investor.
Contohnya Dabo Singkep, Kepulauan Riau yang dulu terkenal seperti layaknya Batam, sekarang ditinggalkan investor.
"Hanya kolong-kolong penyebab malaria yang tersisa di Dabo Singkep. Bisa
saja di Babel seperti itu, setelah timah diambil tidak ada pilihan
alternatif," kata penggagas HICBB, DR Masnipal kepada bangkapos.com, Rabu (16/5/2012).
Doktor bidang psikologi kreatif itu menambahkan, HICBB yang mereka bentuk merupakan organisasi independen. Anggota HICBB berasal dari lulusan minimal S2 yang aktif pada bidangnya, baik sebagai akademisi, PNS maupun profesional.
"Ilmuwan asal Babel di Jogja, Bandung, Palembang kita himpun. Kita ajak
mereka untuk memberikan buah pikiran keilmuan bagi pembangunan Babel,"
imbuhnya.
Deklarasi HICBB akan dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2012 di Badan Diklat Babel, dilanjutkan dengan paparan ilmiah yang dipandu pembawa acara kawakan Slamet Raharjo.
Dijadwalkan hadir sebagai undangan Deputi Menristek dan Staf Ahli Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Prof Freddy, Ketua III Kadin Pusat James Riadi dan Gubernur Babel
Eko Maulana Ali.