Janda Ini Terpaksa Pulang Jalan Kaki
Penambang pasir timah di Jalan Pasir Pangkalpinang kabur ke hutan saat aparat kepolisian datang untuk melakukan razia
BANGKAPOS.COM
, BANGKA -- Penambang pasir timah di Jalan Pasir Pangkalpinang kabur ke hutan saat aparat kepolisian
datang untuk melakukan razia, Selasa (15/5/2012). Hanya beberapa pekerja
tambang inkonvensional (TI) dan pelimbang pasir timah saja yang ada di lokasi tambang tersebut.
Para pelimbang pun resah karena dirazia oleh polisi. Tak terkecuali Nana
(38) warga Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan. Sepeda motor yang
digunakannya untuk ke lokasi tambang tersebut diamankan polisi dan dibawa ke
kantor Polres Pangkalpinang.
"Tolong pak, kami ni nek nyarik makan. Cemana mau kerja kalau motor saya
ditahan," tutur Nana memelas agar polisi melepaskan sepeda motornya.
Ia mengaku hanya melimbang timah. Dengan melimbang sisa timah dari penambang timah, ia mengaku hasilnya untuk menghidupi anak-anaknya.
Kepada bangkapos.com, Nana mengatakan setiap hari ia melimbang timah.
Tidak banyak yang didapatnya. Sehari rata-rata hanya setengah kilogram
pasir timah kadar rendah yang dia peroleh. Itu pun katanya kalau lagi mujur.
"Sehari paling cuma setengah kilo. Itu kalau lagi beruntung saja. Kalau
nggak paling cuma berapa ons," kata Nana yang ditinggal pergi suaminya.
Namun, karena polisi tegas dalam menindak, Nana pun harus berlapang
dada. Ia terpaksa pulang ke rumah dengan berjalan kaki menyusuri hutan sekitar TI bersama dengan
beberapa ibu rumah tangga lainnya yang bernasib sama.