Rabu, 10 Juni 2026

YPB Siap Serahkan SMK Stannia

Perjuangan SMK Stania Manggar untuk berubah status, dari sekolah swasta menjadi sekolah negeri mendapatkan angin segar.

Tayang:
zoom-inlihat foto YPB Siap Serahkan SMK Stannia
bangkapos.com/wahyu k
H Asnawi Said

Laporan wartawan Bangka Pos, Wahyu K

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Perjuangan SMK Stania Manggar untuk berubah status, dari sekolah swasta menjadi sekolah negeri mendapatkan angin segar. Yayasan Pendidikan Belitung (YPB) selaku pemilik sekolah telah menyatakan bersedia menyerahkan SMK Stannia kepada Pemkab Belitung Timur (Beltim).


Rencananya, semula penyerahan SMK Stannia dan aset yayasan akan dilakukan, Selasa (15/5/2012) pagi di Kantor Bupati Beltim. Namun rencana tersebut batal, lantaran bupati mendadak ada keperluan di Kementerian Dalam Negeri. Penyerahan pun dialihkan pada Rabu, (16/5/2012) pagi. 


Kepastian itu diungkap oleh Ketua YPB H.Asnawi Said, satu-satunya petinggi YPB yang masih tersisa. Ia mengatakan penyerahan itu termasuk seluruh aset milik yayasan yang masih bisa digunakan untuk operasional sekolah. Bahkan YPB siap menghadapi kemungkinan jika nanti Pemkab Beltim tidak memungkinkan untuk menyerahkan pemberian kompensasi.


"Namun kami memang berharap jika ada kompensasi, sekiranya pemkab bisa dan memungkinkan, kami tidak menentukan berapa besarannya, tapi yang penting adalah bagaimana sekolah ini bisa ditetapkan sebagai sekolah negeri," kata Asnawi saat ditemui bangkapos.com di SMK Stannia, Selasa (15/5/2012) pagi.


Asnawi mengatakan pihaknya ingin melakukan penyerahan itu secara langsung kepada Bupati Beltim, Basuri T Purnama, lalu diteruskan kepada DPRD dan Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim.


Hingga kini YPB masih mengalami kesulitan keuangan yang cukup berat. Perubahan status menjadi sekolah negeri akan ikut berimbas pada nasib pegawai dan guru di SMK Stannia. Asnawi mengatakan, kompensasi atas aset sekolah dibutuhkan YPB untuk memberikan uang jasa atas pengabdian para guru dan pegawai selama ini.

"Namun tujuan utama penyerahan ini adalah untuk menyelamatkan siswa dan aset sekolah, kita legowo mengakui bahwa YPB tidak bisa lagi mendanai operasional sekolah," ujar Asnawi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved