2 Napi Tewas Usai Kabur dari Rutan Muntok
Dua diantara empat narapidana yang kabur dari Rutan Muntok, Kamis (17/5/2012) pagi, dikabarkan tewas.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dua diantara empat narapidana yang kabur dari Rutan Muntok, Kamis (17/5/2012) pagi, dikabarkan tewas.
Napi yang tewas tersebut diduga bernama Yanto (napi dari kasus narkoba) dan Adinata. Yanto tewas diduga karena jatuh dari atap genteng saat hendak kabur. Sedangkan soal penyebab kematian Adinata masih simpang siur, apakah ditembak atau ada penyebab lain.
Informasi adanya dua napi tewas ini disampaikan seorang perwira di jajaran Polres Bangka Barat ketika ditanya bangkapos.com, Kamis (17/5/2012).
Namun Kasi Pengawasan dan Administrasi Rutan Muntok Kasdan ketika ditanya soal tewasnya napi tersebut, hanya menjawab siap.
Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Kasdan membenarkannya. "Iya memang benar informasinya, tapi saya masih di hutan di daerah Menjelang, mengejar Johan (napi yang kabur)," kata Kasdan.
Seorang perwira Polres Bangka Barat juga mengakui ada napi Rutan Muntok yang tewas tersebut.
"Iya, saya lagi di rumah sakit (RSUD Sejiran Setason). Yang meninggal
napi namanya Yanto. Dia jatuh dari atas tembok pas mau loncat mau turun.
Dia napi kasus narkoba, tapi untuk lebih tepatnya tanya langsung ke
kepala rutannya (Yuli Purwanto) saja ya," kata perwira tersebut.
Kepala Rutan Muntok Yuli Purwanto masih belum bisa dikonfirmasi
wartawan. Dia kelihatan syok atas peristiwa yang terjadi di rutan yang
ia pegang.
Seperti diketahui, empat napi Rutan Muntok kabur, Kamis (17/5/2012). Mereka berpura-pura ingin meminjam pemotong kuku kepada petugas keamanan rutan.
Tak disangka diantara napi itu menyiramkan saos cabai ke muka petugas keamanan rutan. Mereka keemudian kabur, namun tiga orang napi berhasil ditemukan. Seorang lainnya bernama Johan berhasil melarikan diri dan saat ini masih dalam peengejaran.