Jangan Salah Memilih Teman
Bangkapos.com - Jumat, 18 Mei 2012 18:25 WIB

bangkapos.com/sasmita
Defi Wijaya
Berita Terkait
- Polwan Cantik 'Raib' Suka Bantu Temannya
- Atasan Jadi Teman Facebook Bisa Bikin Stres
- Mahasiswi Hilang Diduga Dibawa Teman Facebook
- 30 Persen Pria "Tidur" dengan Si Bos Wanita
- Jangan Berteman dengan Mantan di Facebook
- 3 Tipe Teman yang Bisa Bikin Anda Bangkrut
- Agar Punya Banyak Teman Asing
- Anak Butuh Interaksi dengan Teman Sebaya
- Teman Bawa Kabur Motor
- Agar Hubungan Pertemanan Tetap Hangat
Laporan Wartawan Bangka Pos, Sasmita
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- "Jangan Pernah Ada Perbandingan Antara Diri Sendiri dengan Orang Lain" merupakan motto hidup Defi Wijaya, siswi kelas XI IPA 3 SMA I Sungailiat.
Menurut Depoy, sapaan akrabnya, kemampuan setiap orang berbeda- beda, termasuk juga soal fisik dan psikisnya sehingga hal itu tak perlu diperbandingkan.
"Begitu pula fisik yang kita punya juga patut disyukuri bahwa itulah anugrah terindah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa," kata Depoy kelahiran 12 Juni 1995 kepada bangkapos.com di SMA I Sungailiat, Jumat (18/5/2012).
Berbagai prestasi sudah ditorehkan gadis berambut shaggy ini, di antaranya juara I LCC UUD Kabupaten Bangka dan Provinsi Bangka Belitung (Babel) 2011, dan ikut LCC tingkat nasional 2011. Di luar sekolah, Depoy juga memiliki kegiatan dengan mengikuti olahraga pertahanan diri kungfu wingchun.
"Saya suka kungfu karena bisa melindungi diri sendiri dan orang yang kita sayangi di tengah kerasnya kehidupan saat ini," kata pengikut ekskul basket dan KIR ini.
Bungsu dari 4 bersaudara ini mengatakan, masalah pergaulan remaja sekarang perlu diperhatikan agar tidak berdampak buruk terhadap remaja sendiri.
"Mungkin hal ini bisa terjadi akibat pergaulan remaja yang kurang baik dan benar, dengan salah memilih teman dan terlalu banyak meluangkan waktu di luar rumah, sehingga orang tua pun kurang memahami anak dan lengah dalam mendidik kepribadian sang anak," ungkap juara I LCC UUD Provinsi Babel 2011 ini.
Depoy yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan sedikit bahasa Mandarin ini, menuturkan, kalau sikap buruk anak dari rumah dibiarkan maka lambat laun bisa terbawa-bawa ke sekolah.
"Seharusnya kita sebagai anak muda bisa lebih menghargai dan berlaku lebih sopan terhadap orang yang lebih tua agar tumbuh menjadi anak terdidik, dengan tak hanya punya pendidikan yang baik tapi juga moral yang baik pula," ujar juara 2 kelas XI IPA 3 di sekolahnya ini.
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- "Jangan Pernah Ada Perbandingan Antara Diri Sendiri dengan Orang Lain" merupakan motto hidup Defi Wijaya, siswi kelas XI IPA 3 SMA I Sungailiat.
Menurut Depoy, sapaan akrabnya, kemampuan setiap orang berbeda- beda, termasuk juga soal fisik dan psikisnya sehingga hal itu tak perlu diperbandingkan.
"Begitu pula fisik yang kita punya juga patut disyukuri bahwa itulah anugrah terindah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa," kata Depoy kelahiran 12 Juni 1995 kepada bangkapos.com di SMA I Sungailiat, Jumat (18/5/2012).
Berbagai prestasi sudah ditorehkan gadis berambut shaggy ini, di antaranya juara I LCC UUD Kabupaten Bangka dan Provinsi Bangka Belitung (Babel) 2011, dan ikut LCC tingkat nasional 2011. Di luar sekolah, Depoy juga memiliki kegiatan dengan mengikuti olahraga pertahanan diri kungfu wingchun.
"Saya suka kungfu karena bisa melindungi diri sendiri dan orang yang kita sayangi di tengah kerasnya kehidupan saat ini," kata pengikut ekskul basket dan KIR ini.
Bungsu dari 4 bersaudara ini mengatakan, masalah pergaulan remaja sekarang perlu diperhatikan agar tidak berdampak buruk terhadap remaja sendiri.
"Mungkin hal ini bisa terjadi akibat pergaulan remaja yang kurang baik dan benar, dengan salah memilih teman dan terlalu banyak meluangkan waktu di luar rumah, sehingga orang tua pun kurang memahami anak dan lengah dalam mendidik kepribadian sang anak," ungkap juara I LCC UUD Provinsi Babel 2011 ini.
Depoy yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan sedikit bahasa Mandarin ini, menuturkan, kalau sikap buruk anak dari rumah dibiarkan maka lambat laun bisa terbawa-bawa ke sekolah.
"Seharusnya kita sebagai anak muda bisa lebih menghargai dan berlaku lebih sopan terhadap orang yang lebih tua agar tumbuh menjadi anak terdidik, dengan tak hanya punya pendidikan yang baik tapi juga moral yang baik pula," ujar juara 2 kelas XI IPA 3 di sekolahnya ini.
Penulis : sasmita
Editor : suhendri
Sumber : bangkapos.com
Rekomendasi Facebook
