Rabu, 10 Juni 2026

Asa Menepis Citra "Sekula 79" Manggar

Pagi itu, Senin (21/5/2012) Pos Belitung menggelar pemotretan untuk seluruh siswa, staf TU, guru, dan Ketua Yayasan Pendidikan Belitung.

Tayang:
Editor: fitriadi
zoom-inlihat foto Asa Menepis Citra
bangkapos.com/wahyu
Seluruh Siswa SMK Stannia Manggar berfoto bersama dengan dewan guru, staf TU, dan Ketua Yayasan Pendidikan Belitung (YPB) Asnawi Said di halaman SMK Stannia Manggar, Desa Lalang Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Senin (21/5/2012) pagi.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Wahyu K

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Suara Lailani sampai serak. Urat-urat di kepalanya tampak menegang. Kepala SMK Stannia Manggar ini harus berulang-ulang meminta siswa untuk berbaris dengan benar.

Pagi itu, Senin (21/5/2012) Pos Belitung menggelar pemotretan untuk seluruh siswa, staf TU, guru, dan Ketua Yayasan Pendidikan Belitung (YPB). Foto bersama ini akan menjadi kenangan terakhir bagi mereka, sebelum status SMK Stannia diubah menjadi sekolah negeri.

"Susah benar ngatur anak-anak ini," ujar Lailani.

Guru-guru pun tak jauh beda dengannya. Usman (71) Guru Listrik bahkan harus mendekat ke kerumuman siswa agar instruksinya bisa di dengar dengan jelas. Sayang, suaranya pecah di tengah kerumanan dan diterpa hembusan angin Bukit Samak.

"Hari sudah makin panas, cepat susun barisan yang rapi," kata Usman.

Sementara siswa sepertinya asyik sendiri. Mereka merapatkan barisan sambil melontarkan banyolan. Jangan bayangkan soal penampilan.  Sebagian ada yang masih ingat mengenakan dasi, sebagian lagi sudah lupa. Bahkan tak sedikit yang lupa menutup kancing baju sampai penuh atau sekedar memasukkan ujung baju ke dalam celana.

"Asyik oi, kan masok koran kite," celetuk siswa dari dalam barisan.

Begitulah sepintas siswa SMK Stannia Manggar dalam kerumunan. Mereka tampil apa adanya, tak dibuat-buat, sekalipun sedang berhadapan dengan kamera wartawan. Para siswa ini pun sudah kadung melekat dengan citra miring sekolah di mata masyarakat.

Sebagian orang menyebur sekolah swasta dibawah naungan YPB ini  'sekula 79'. Istilah itu merujuk pada prilaku sekolah, yakni masuk pukul tujuh, pulang pukul sembilan.

Kristian Ade Kusuma (18) tak menepis istilah itu. Siswa kelas XII Jurusan Otomotif ini sudah mendengar isilah tersebut sejak awal masuk sekolah. Namun menurut dia anggapan itu tak sepenuhnya benar. Siswa memang ada yang pulang lebih awal, namun mereka kembali ke sekolah.

Mereka pulang dengan bermacam keperluan, mulai buang air sampai sekedar jajan di luar. Sebab, SMK Stannia tak memfasilitasi siswa dengan toilet dan kantin yang memadai bagi siswa.

"Anggapan itu (istilah sekula 79) dak menyurutkan niat kamek, karne kamek yang ngejalanek sendirik, dan kamek akan buktikan nanti dengan prestasi," ujar Kristian.

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved