Rabu, 10 Juni 2026

Ini Alasan Ovan Gabung Komunitas 'Punk'

Ovan (14) warga Kampung Asam Pangkalpinang mengaku menjadi anggota komunitas 'punk'

Tayang:
Penulis: edwardi |
zoom-inlihat foto Ini Alasan Ovan Gabung Komunitas 'Punk'
bangkapos.com/edwardi
Ovan (14) mengakui menjadi anggota komunitas 'punk'
Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi
BANGKAPOS.COM
, BANGKA -- Ovan (14) warga Kampung Asam Pangkalpinang mengaku menjadi anggota komunitas 'punk', karena ingin hidup mencari kebebasan. Hidup bersama teman-teman lainnya, bisa mengekpresikan diri melakukan hal apa saja yang diinginkan, jarang mandi, baju tak dicuci, cari duit dengan mengamen, tidur dan nongkrong dimana saja yang penting bisa membuat bahagia.

"Saya baru datang ke Sungailiat ini, mau jemput teman yang keluarga sedang berduka karena ada keluarganya yang meninggal, lalu mampir ke THR tidak taunya kena tangkap," kata Ovan, ABG kelas 3 SMP bertubuh tambun ini ketika ditemui Bangkapos.com, Senin (21/5/2012) di Kantor Satpol PP Bangka.

Ditambahkannya, menjadi anggota punk sudah dijalaninya sejak 3 tahun lalu, saat duduk di bangku kelas 6 SD. Saat ini ia tinggal bersama neneknyan karena ibunya sudah meninggal dunia sejak ia berusia 4 tahun.

"Nenek saya tidak tau saya anggota punk, sebab jaket punk itu selalu saya sembunyikan bila pulang ke rumah. Kalau makan saya biasanya pulang, tapi teman-teman lainnya kadang makan di tempat dimana dia mau nongkrong dan tidur," tukasnya.

Diakuinya untuk mencari uang guna hidup sehari-hari bekerja sebagai pengamen di jalanan dan warung-warung, kalau tidak dapat meminta kepada teman atau orang. Bila terpaksa tak dapat makan, maka mencari sisa-sisa makanan ke tempat-tempat sampah.

"Saya tidak pernah mencuri milik orang lain, paling mencuri milik keluarga sendiri," ujarnya.

Menurutnya menjalani hidup sebagai punk tidak terikat aturan, mandi kadang 1-2 minggu sekali, baju tidak perlu dicuci berbulan-bulan, kalau sudah kotor benar langsung dibuang saja.

"Untuk model rambut anggota punk ada tiga yaitu runside, kipas, dan durian. Supaya rambut keras dan mudah dibentuk menggunakan lem glukol," jelasnya.
Diungkapkannya, komunitas punk di Pangkalpinang ada tiga kelompok, dirinya menjadi anggota kelompok punk Love Street dengan anggota sekitar 60 orang dengan uang iuran sebesar Rp 10.000 per bulan.

"Kita memang punya semacam penasihat kelompok, beliau suka memberikan nasihat, uang jajan, tapi dia sekarang tidak hidup sebagai punk lagi karena sudah memiliki anak dan keluarga," tukasnya.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved