Kamis, 27 November 2014
Bangka Pos

Purba Hutapea Siap Diperiksa

Rabu, 23 Mei 2012 15:41 WIB

Purba Hutapea Siap Diperiksa
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Massa aksi meneriakkan yel-yel saat berunjuk rasa di depan Kantor KPUD DKI Jakarta, Jalan Budi Kemulyaan, Jakarta Pusat, Jumat (18/5/2012). Aksi yang diikuti ratusan orang dari berbagai parpol dan organisasi tersebut untuk menolak 1,4 juta pemilih fiktif yang tercantum dalam Daftar Pemilih Sementara Pilgub DKI Jakarta. Karena aksi ini KPUD menunda penetapan Daftar Pemilih Tetap yang direncanakan antara 20-22 Mei mendatang.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, Purba Hutapea, mengatakan siap diperiksa kepolisian, berkaitan dengan adanya keberatan sejumlah partai terhadap Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).

Menurut Purba, dia telah memberikan daftar yang sebenarnya, termasuk wajib KTP yang berusia 17 tahun pada periode Januari hingga 11 Juli 2012.

"Fungsi saya hanya menyiapkan data. KPU-lah yang bertugas untuk memutakhirkan. Jika ada pemilih yang memiliki dua NIK (Nomor Induk Kependudukan), itu bisa saja terjadi. Tetapi kalau satu NIK dipakai oleh beberapa orang, saya pastikan tidak ada," kata Purba.

Adanya satu orang memiliki lebih dari satu NIK, karena orang itu ingin memiliki banyak KTP.

"Ada yang NIK-nya sama-sama Jakarta, ada juga NIK dengan daerah lain. Dia sendiri yang tahu alasannya," kata Purba, yang juga menjelaskan hal ini kepada Komisi A DPRD DKI Jakarta, Rabu (23/5/2012).

NIK setiap orang tidak akan sama, karena sudah dibuat formula oleh Kementerian Dalam Negeri. "Ada 16 digit, dan formasinya ditentukan oleh Kemdagri. Dinas Dukcapil hanya mengisi saja," ucap Purba.
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas