Naning Roboh di Pelukan Putrinya
Bangkapos.com - Senin, 28 Mei 2012 00:37 WIB

net
Ilustrasi
Berita Terkait
- Mahasiswa Bangka Terlempar ke Bawah Fuso
- 51 Korban Tewas Sia-sia di Jalanan
- Balita Tewas di Gendongan Ibunya
- Bapak dan Anak Tewas Tabrakan
- 30.000 Nyawa Melayang di Jalan
- Djoko Purnomo Pimpin GTMC Jelajahi Hutan di Muntok
- Dua Remaja Tewas Tergilas KA di Bekasi
- Mang Kulup Sempat Berusaha Selamatkan Naria
- Mobil Dinas Wabup Basel Tabrak Pejalan Kaki
- Kakek Tewas Ditabrak Byson
Laporan Wartawan Bangka Pos, Edhie
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Naning tak kuasa menahan berat tubuhnya. Seketika Naning roboh di pelukan Lulu, anak keduanya.
Jumli rekan korban yang berada di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kabupaten Belitung turut membantu. Naning histeris sesaat mengetahui suaminya Abraham (42) terbaring tidak bernyawa lagi.
Abraham, meninggal dunia usai bertabrakan dengan korban tidak dikenal di depan SMPN 2 Tanjungpandan, Minggu (27/5/2012) malam.
Naning, berkali-kali berguling-guling di lantai UGD sembari terus memanggil nama suaminya.
"Ayah, ayah, ayah kenapa begini," teriak Naning.
Seisi rumah sakit heboh, teriakan Naning tak henti. Naning berusaha mendekati jenazah suaminya yang terkujur kaku di pembaringan. Tubuh Abraham membiru, beberapa luka robek sudah dijahit perawat. Paling parah, bagian kepala Abraham yang diduga penyebab wafatnya ayah lima anak ini.
Pelan tapi pasti, Naning merangkak mendekati jenazah suaminya. Sebentar, Naning berdiri dan mengusap perlahan kaki suaminya sembari meneteskan air mata dan berkata "apa salah kita ayah, kenapa ayah," ujar Naning.
Sedikit gemetaran, Naning berupaya mencari handphonenya. Dengan keadaan panik, Naning mencari-cari nomor handphone keluarganya untuk dihubungi. Tapi tidak bisa. Lulu, anak kedua korban sambil menangis membantu ibunya menelepon sanak keluarganya.
"Halo kakek, ayah di rumah sakit," ujar Lulu.
Naning terbata-bata menuturkan suaminya pamit dari rumah untuk pergi ke rumah temannya di Air Rayak Tanjungpandan.
"Air Rayak, tapi gak tahu ada urusan apa," ujar Naning kepada bangkapos.com.
Tidak banyak kata-kata yang diungkapkan Naning. Isak tangis kesedihan tak henti-henti mengiringi keluarga besar almarhum guru SDN 10 Sijuk ini.
Lulu, anak kedua almarhum turut kebingungan. Lulu hanya setia disamping ibunya, dan terus mendekap erat ibunya sembari menuturkan
"Gimana ngurus adik-adik, bu. Ayah aku sedih," ujarnya.
Tidak lama berselang, satu persatu keluarga besar almarhum berdatangan. Isak tangis kembali pecah. Setelah keluarga besar kumpul, dan perawat usai menjahit serta membersihkan luka-luka korban. Jenazah korban dibawa keluarga pulang ke kediamannya di Jalan Pagaralam Kelurahan Parit Tanjungpandan.
Jumli, rekan korban yang ada di rumah sakit menyampaikan belangsungkawa kepada keluarga korban.
"Saya baru sadar, ternyata teman saya. Tadi waktu bawa (jenazah), tidak ketahuan. Saya turut berduka atas peristiwa ini," ucap Jumli.
Ciri-ciri Terduga Pelaku Tak Dikenal
1. Rambut Ikal pendek
2. Kulit hitam
3. Mengenakan celana jeans pendek dan baju kaos.
4. Motor RX King BN 5668 FT hijau dan racing
5. Luka bibir bawah.
Sumber : Berbagai Sumber
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Naning tak kuasa menahan berat tubuhnya. Seketika Naning roboh di pelukan Lulu, anak keduanya.
Jumli rekan korban yang berada di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kabupaten Belitung turut membantu. Naning histeris sesaat mengetahui suaminya Abraham (42) terbaring tidak bernyawa lagi.
Abraham, meninggal dunia usai bertabrakan dengan korban tidak dikenal di depan SMPN 2 Tanjungpandan, Minggu (27/5/2012) malam.
Naning, berkali-kali berguling-guling di lantai UGD sembari terus memanggil nama suaminya.
"Ayah, ayah, ayah kenapa begini," teriak Naning.
Seisi rumah sakit heboh, teriakan Naning tak henti. Naning berusaha mendekati jenazah suaminya yang terkujur kaku di pembaringan. Tubuh Abraham membiru, beberapa luka robek sudah dijahit perawat. Paling parah, bagian kepala Abraham yang diduga penyebab wafatnya ayah lima anak ini.
Pelan tapi pasti, Naning merangkak mendekati jenazah suaminya. Sebentar, Naning berdiri dan mengusap perlahan kaki suaminya sembari meneteskan air mata dan berkata "apa salah kita ayah, kenapa ayah," ujar Naning.
Sedikit gemetaran, Naning berupaya mencari handphonenya. Dengan keadaan panik, Naning mencari-cari nomor handphone keluarganya untuk dihubungi. Tapi tidak bisa. Lulu, anak kedua korban sambil menangis membantu ibunya menelepon sanak keluarganya.
"Halo kakek, ayah di rumah sakit," ujar Lulu.
Naning terbata-bata menuturkan suaminya pamit dari rumah untuk pergi ke rumah temannya di Air Rayak Tanjungpandan.
"Air Rayak, tapi gak tahu ada urusan apa," ujar Naning kepada bangkapos.com.
Tidak banyak kata-kata yang diungkapkan Naning. Isak tangis kesedihan tak henti-henti mengiringi keluarga besar almarhum guru SDN 10 Sijuk ini.
Lulu, anak kedua almarhum turut kebingungan. Lulu hanya setia disamping ibunya, dan terus mendekap erat ibunya sembari menuturkan
"Gimana ngurus adik-adik, bu. Ayah aku sedih," ujarnya.
Tidak lama berselang, satu persatu keluarga besar almarhum berdatangan. Isak tangis kembali pecah. Setelah keluarga besar kumpul, dan perawat usai menjahit serta membersihkan luka-luka korban. Jenazah korban dibawa keluarga pulang ke kediamannya di Jalan Pagaralam Kelurahan Parit Tanjungpandan.
Jumli, rekan korban yang ada di rumah sakit menyampaikan belangsungkawa kepada keluarga korban.
"Saya baru sadar, ternyata teman saya. Tadi waktu bawa (jenazah), tidak ketahuan. Saya turut berduka atas peristiwa ini," ucap Jumli.
Ciri-ciri Terduga Pelaku Tak Dikenal
1. Rambut Ikal pendek
2. Kulit hitam
3. Mengenakan celana jeans pendek dan baju kaos.
4. Motor RX King BN 5668 FT hijau dan racing
5. Luka bibir bawah.
Sumber : Berbagai Sumber
Penulis : ediyusmanto
Editor : fitriadi
Sumber : Pos Belitung
Rekomendasi Facebook
