Hendra Akui Jampersal belum Sesuai Harapan
Bangkapos.com - Rabu, 30 Mei 2012 19:04 WIB
Berita Terkait
- Walhi Akan Ukur Kerusakan Bawah Laut
- Langgar RTRW, Pemerintah Bisa Cabut Perizinan Usaha
- Johan: 50 Persen Tambang Rakyat Tiarap. Pasar-pasar…
- Pengalihan Fungsi Hutan Tunda RTRW
- Saling Tuding dan Kepentingan Ancam Penyelesaian Perda…
- Dana Bergulir Untuk Menekan Kemiskinan
- LPDB Adakan Pertemuan Dengan Mitra
- Hutan Babel Tersisa 3.120 Hektar
- 19.300 Ha Hutan Babel Jadi Kawasan Bukan Hutan
- BNN Mendadak Tes Urine Pegawai DPU Babel
Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Babel Hendra Kusumajaya mengakui pelayanan Jaminan Persalinan (Jampersal) di Babel, sempat belum sesuai harapan.
Penyebabnya, petunjuk teknis (juknis) belum turun dari Kemenkes dan kesadaran bidan melayani pasien Jampersal masih kurang.
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Babel Hendra Kusumajaya mengakui pelayanan Jaminan Persalinan (Jampersal) di Babel, sempat belum sesuai harapan.
Penyebabnya, petunjuk teknis (juknis) belum turun dari Kemenkes dan kesadaran bidan melayani pasien Jampersal masih kurang.
"Sekarang sudah dipahami. Ada peningkatan pelayanan dari sebelumnya. Dulu lambat juknis yang mengatur melahirkan gratis di luar Jamkesmas," kata Hendra kepada bangkapos.com, Rabu (30/5/2012).
Tujuan program Jampersal adalah untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi.
Sehingga, mendorong para ibu melahirkan di pelayanan kesehatan baik di bidan maupun rumah sakit.
Sehingga, mendorong para ibu melahirkan di pelayanan kesehatan baik di bidan maupun rumah sakit.
"Bidan harus ikhlas meski dibayar tidak sesuai pasaran. Biaya bersalin akan diganti oleh dinkes setempat," terangnya.
Pemerintah pusat menanggung biaya persalinan melalui program Jampersal dengan plafon Rp 600 ribu.
Angka itu terbilang kecil dibandingkan ongkos melahirkan di bidan apalagi dokter kandungan.
Pemerintah pusat menanggung biaya persalinan melalui program Jampersal dengan plafon Rp 600 ribu.
Angka itu terbilang kecil dibandingkan ongkos melahirkan di bidan apalagi dokter kandungan.
Penulis : alza
Editor : emil
Rekomendasi Facebook
