PW GP Ansor Babel Gelar Seminar
Bangkapos.com - Rabu, 30 Mei 2012 18:43 WIB

bangkapos.com/khamelia
Seminar bertema Islam Adalah Rahmat untuk Semua, Rabu (30/05/2012) di Hotel Bumi Asih Pangkalpinang.
Berita Terkait
- Walhi Akan Ukur Kerusakan Bawah Laut
- Langgar RTRW, Pemerintah Bisa Cabut Perizinan Usaha
- Johan: 50 Persen Tambang Rakyat Tiarap. Pasar-pasar…
- Pengalihan Fungsi Hutan Tunda RTRW
- Saling Tuding dan Kepentingan Ancam Penyelesaian Perda…
- Dana Bergulir Untuk Menekan Kemiskinan
- LPDB Adakan Pertemuan Dengan Mitra
- Hutan Babel Tersisa 3.120 Hektar
- 19.300 Ha Hutan Babel Jadi Kawasan Bukan Hutan
- BNN Mendadak Tes Urine Pegawai DPU Babel
Laporan wartawan Bangka Pos, Khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Pengurus wilayah GP Ansor Bangka Belitung menggelar seminar bertema Islam Adalah Rahmat untuk Semua, Rabu (30/05/2012) di Hotel Bumi Asih Pangkalpinang.
Narasumber seminar Kapolda Babel Brigjen Pol Rum Murkal, Ketua DPRD Provinsi H Ismiryadi, Kakanwil Depag Prof.DR.Hatamar, M.Ag dan Pimpinan wilayah GP Ansor Darwis Netta. Lebih dari 200 peserta yang berasal dari BEM Perguruan Tinggi di Pangkalpinang serta para pelajar sangat antusias mengikuti seminar ini.
Ketua Panitia Rian Wahyudi menjelaskan, seminar ini diharapkan memberikan penyadaran kepada generasi muda bahwa keberagaman dalam konteks multikultural harus dimaknai dengan sikap toleransi yang tinggi.
"Kita tidak ingin kekerasan atas nama agama yang dilakukan oknum-oknum tertentu jangan sampai terjadi di Bangka Belitung. Melalui seminar ini kita ingin menumbuhkan pemahaman bahwa Islam adalah sebuah agama yang penuh kesejukan," ungkap Ketua Panitia Rian Wahyudi.
PW GP Ansor Darwis Netta dalam ulasannya memaparkan agama lahir untuk menentramkan, membuat damai serta penuh cinta kasih. Adanya gerakan radikalismen yang telah merambah ke dunia pendidikan hendaknya perlu diwaspadai bersama, sehingga pola kekerasan tidak mewarnai dunia pendidikan.
"Generasi muda juga perlu dibekali sikap toleransi di tengah arus globalisasi, selalu menjaga kekompakan sehingga mampu meminimalisir konflik. Oleh karena itu GP Ansor berkewajiban memberikan pemahaman keragaman dan persaudaraan untuk mewujudkan masyarakat harmonis dalam berbangsa dan bernegara," ungkapnya.
Sementara itu Kapolda Rum Murkal menyampaikan peran Polri dalam mencegah konflik kerukunan umat beragama. Ditegaskannya, kemajemukan yang sangat tinggi baik etnik, budaya, ras, bahasa dan agama merupakan potensi dan ancamanan konflik bernuansa SARA.
Penulis : khamelia
Editor : emil
Rekomendasi Facebook
