3 Kunci Sukses Penanggulangan Masalah Merokok
Bangkapos.com - Jumat, 15 Juni 2012 09:38 WIB

www.sehatnews.com
Ilustrasi
Berita Terkait
- Wanita Lebih Rentan Stres
- Waspadai Komplikasi Kaki Pada Penderita DM
- Ganja, Obat Diabetes Masa Depan?
- Hati-hati Layanan Pembesar Alat Kelamin
- Hindari Pijat Perut Bagi Ibu Hamil
- Bicara di Ponsel Beresiko Naikan Tensi
- Inilah Tips Naikkan Bobot Ideal
- Inilah Efek Samping Anak Sering Nonton Film 3D
- Ekstrak Cempedak Obat Malaria Baru
- Tidak Ada Plafon Khusus Obat Untuk JKB
BANGKAPOS.COM--Perjuangan penanggulangan masalah merokok setidaknya punya tiga tantangan yang harus dihadapi, antara lain masih adanya orang yang meragukan bukti ilmiah dampak buruk rokok bagi kesehatan misalnya dengan mengatakan data anekdotal seperti “di kampung saya ada perokok berat yang tetap hidup sampai usia 97 tahun”.
Kedua, masih banyak yang secara tidak tepat menghubungkan kebiasaan merokok dengan aspek ekonomi dan tenaga kerja. dan ketiga, untuk sebagian masyarakat, kebiasaan merokok sudah merupakan bagian bahkan menjadi semacam budaya.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE saat menutup Kursus manajemen Keuangan dan Penganggaran dalam Pengendalian Tembakau yang berlangsung dari 4-8 Juni, di Kuta, Bali, Jumat (8/6).
Karena itu, menurut Tjandra, agar berhasil dalam menanggulangi masalah merokok perlu dilakukan 3 hal. Pertama, Kita harus bekerja berdasar bukti ilmiah yang kuat yang memang sudah ada ( baik dasi sudut kesehatan, ekonomi dan sosial) dan harus dipelajari / dikuasai. Kedua, harus dilakukan terus menerus dan konsisten. Ketiga, mampu melakukan advokasi, sehingga yang akan bergerak nantinya adalah pimpinan daerah dan masyarakat madani, bukan hanya kalangan kesehatan saja.
Kursus yang dihadiri sekitar 22 orang ini berasal dari Provinsi Jawa Tengah, Bengkulu, Lampung, Banten, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara. Juga hadir dari unsur Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kota, Universitas dan LSM, serta 2 orang dari Direktorat PPTM Kementerian Kesehatan.
Kedua, masih banyak yang secara tidak tepat menghubungkan kebiasaan merokok dengan aspek ekonomi dan tenaga kerja. dan ketiga, untuk sebagian masyarakat, kebiasaan merokok sudah merupakan bagian bahkan menjadi semacam budaya.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE saat menutup Kursus manajemen Keuangan dan Penganggaran dalam Pengendalian Tembakau yang berlangsung dari 4-8 Juni, di Kuta, Bali, Jumat (8/6).
Karena itu, menurut Tjandra, agar berhasil dalam menanggulangi masalah merokok perlu dilakukan 3 hal. Pertama, Kita harus bekerja berdasar bukti ilmiah yang kuat yang memang sudah ada ( baik dasi sudut kesehatan, ekonomi dan sosial) dan harus dipelajari / dikuasai. Kedua, harus dilakukan terus menerus dan konsisten. Ketiga, mampu melakukan advokasi, sehingga yang akan bergerak nantinya adalah pimpinan daerah dan masyarakat madani, bukan hanya kalangan kesehatan saja.
Kursus yang dihadiri sekitar 22 orang ini berasal dari Provinsi Jawa Tengah, Bengkulu, Lampung, Banten, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara. Juga hadir dari unsur Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kota, Universitas dan LSM, serta 2 orang dari Direktorat PPTM Kementerian Kesehatan.
Editor : dedypurwadi
Sumber : Gaya Hidup Sehat
Rekomendasi Facebook
