Selasa, 9 Juni 2026

Dua Orang Kena Tembak, 11 Mahasiswa Diamankan

Aksi balas dendam antara mahasiswa asal Palopo melawan mahasiswa asal Kabupaten Bulukumba terjadi

Tayang:
Editor: suhendri
zoom-inlihat foto Dua Orang Kena Tembak, 11 Mahasiswa Diamankan
Aris Prasetyo/KOMPAS
Ribuan mahasiswa di Makassar berunjuk rasa di bawah flyover Jalan AP Petta Rani, Makassar, Selasa (27/3).
BANGKAPOS.COM, MAKASSAR - Aksi balas dendam antara mahasiswa asal Palopo melawan mahasiswa asal Kabupaten Bulukumba terjadi, Sabtu (16/06/2012) dini hari tadi. Ratusan mahasiswa asal Palopo melakukan penyerangan terhadap asrama mahasiswa asal Bulukumba yang terletak di Jalan Baji Gau, Makassar yang mengakibatkan dua mahasiswa asal Palopo terkena tembakan senjata api rakitan.

Aksi penyerangan mahasiswa asal kabupaten Palopo ini dilakukan, lantaran sehari sebelumnya, Jumat, sekitar pukul 02.00 Wita, asrama Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PB-IPMIL) Luwu Raya di Jalan Kijang No 65, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Makassar diserang, mengakibatkan seorang mahasiswa, Ruslan (30) mengalami luka parah terkena tebasan parang. Jari-jarinya putus, sekujur tubuhnya robek.

Puncaknya, malam tadi. Ratusan mahasiswa asal Kabupaten Palopo menyerang asrama mahasiswa asal Bulukumba di Jalan Baji Gau dengan bersenjatakan anak panah, parang, senjata api rakitan (Papporo). Aksi penyerangan ini pun diketahui aparat kepolisian dan berhasil dihalau di Jalan Andi Mappaoddang, dekat rumah jabatan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mudji Waluyo.

Saat dibubarkan, mahasiswa asal Palopo sempat melepaskan tembakan senjata api rakitan yang mengakibatkan dua orang rekannya terkena tembakan di bagian pinggang dan dilarikan ke RS Wahidin untuk mendapatkan perawatan tim medis. Sebanyak 11 mahasiswa berhasil diamankan polisi dan sempat menjadi bulan-bulanan warga Jalan Andi Tonro yang kesal dengan perbuatan anarkis mahasiswa saat digelandang ke mobil polisi. Selanjutnya, polisi membawa ke 11 mahasiswa asal Palopo tersebut ke Polrestabes Makassar untuk diperiksa lebih lanjut.

Dendam kesumat antara mahasiswa dua suku di Sulsel ini sudah berlangsung lama. Puluhan korban berjatuhan, puluhan mahasiswa diamankan lalu dilepaskan polisi. Warga Makassar pun resah dengan ulah mahasiswa, sehingga pernah ada surat pernyataan warga diserahkan ke Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mudji Waluyo tentang penolakan asrama mahasiswa di kawasan penduduk.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polrestabes Makassar, Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Hotman Sirait mengatakan, sebelas mahasiswa beserta senjata tajam dan motor yang digunakan dalam penyerangan ikut disita. Saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap provokator yang berada di balik konflik antar kedua suku di Sulsel ini.

"Warga sudah lelah hadapi mahasiswa anarkis antara kedua suku ini. Bahkan warga sempat menghakimi sebelas mahasiswa yang diamankan polisi," ungkapnya.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved