Rabu, 10 Juni 2026

Pelayat Om Liem Datang dari 15 Negara

Presiden Maspion Group Alim Markus bersama ribuan warga Hok Jia memenuhi rumah duka Mount Vernon Parlor 1 Singapura.

Tayang:
Editor: fitriadi
zoom-inlihat foto Pelayat Om Liem Datang dari 15 Negara
kompasiana.com
Liem Sioe Liong saat menyalami Presiden Soeharto di suatu acara.
Laporan Wartawan Tribun Batam, Rio Batubara, dari Singapura

BANGKAPOS.COM, SINGAPURA - Presiden Maspion Group Alim Markus bersama ribuan warga Hok Jia memenuhi rumah duka Mount Vernon Parlor 1 Singapura, Minggu (17/6/2012).

Datang dengan pakaian putih hitam,  mereka mengikuti malam kembang atau seremoni terakhir sebelum jenazah Liem Sioe Liong atau Om Liem dimakamkan.

Kedatangan warga Hok Jia ini sebagai penghormatan terakhir kepada  pendiri perkumpulan tersebut. Hal ini diamini Alim Markus, Presiden Maspion Group. Ia mengatakan Liem Sie Liong adalah pendiri perkumpulan Hok Jia dunia, karena beliau berasal dari kota Hok Jia, Fuching di Tiongkok

"Om Liem sudah kami anggap sebagai ayah. Sudah tak terhitung jasa beliau kepada kami, karena itu warga Hok Jia sedunia datang ke rumah duka ini,"ungkapnya kepada Tribun.

Alim mengatakan, pelayat yang datang hari ini sebagian besar adalah warga  Hok Jia. Mereka datang dari 15 negara dan 52 kota di Indonesia. "Kebersamaan kami telah dibentuk Om Liem  sejak puluhan tahun yang lalu. Kini saatnya untuk membalas jasa beliau," jelasnya.

Terbentuknya Hok Jia ini atas keprihatinan Om Liem atas nasib bangsanya yang datang ke Indonesia. Karena itu, dengan bantuan teman-teman lain mereka mendirikan perkumpulan tersebut. Mereka membantu warga Hok Jia yang kesusahan atau pun usahanya bangkrut.

Dalam malam kembang atau serenomi terakhir ini, ribuan warga Hok Jia berkumpul untuk mendengarkan orbituari Om Liem yang dibacakan dalam dua bahasa.

Terungkap, Om Liem telah membantu 500 ribu warga Hok Jia untuk mendapatkan warga negara Indonesia. Tak hanya itu, beliau juga telah memberikan banyak sumbangan bagi yayasan pendidikan dan sosial

Setelah pembacaan orbituari selesai, serentak seluruh pelayat membungkukkan badannya sebanyak tiga kali untuk memberikan penghormatan terakhir. 

"Guru kami telah tiada namun semangatnya akan kami teruskan untuk generasi berikut," tutup Alim Markus.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved