Selasa, 9 Juni 2026

Genggam Garis Tangan

MASA Panen prestasi itu pun tiba. Bulan Juni memang masa yang tepat untuk mengevaluasi diri terhadap apa yang selama ini telah ditanam.

Tayang:
Editor: Dedy Purwadi
"Jangan pernah menunggu mukjizat.
Kerjakan apa yang menjadi bagian Anda,
Dengan kemampuan yang terbaik.
Mintalah agar Tuhan membuat perbedaannya.
Dia tidak akan bertindak
sampai kita melangkah dengan iman.
......
Cara Anda memandang dunia
serupa dengan cara dunia memandang Anda
Jika Anda berfikir positif, Anda hidup di dunia positif.
Jika Anda memberikan yang terbaik,
Yang lainnya akan melakukan hal yang sama dengan Anda.

(John C. Maxwell)

MASA PANEN prestasi itu pun tiba. Bulan Juni memang masa yang tepat untuk mengevaluasi diri terhadap apa yang selama ini telah ditanam. Mulai Bupati Bangka Barat Ustad Zuhri, Bupati Bangka Selatan, H Jamro, Bupati Bangka, Yusroni Yazid dan Walikota Pangkalpinang H Zulkarnain Karim bangga atas prestasi siswa didiknya.

Kebanggaan itu diungkapkan dengan menyampaikan Laptop/netbook kepada siswa-siswi berprestasi Peraih Nilai Ujian Nasional. Laptop dari para pemerhati pendidikan itu diakui sangat mendorong siswa semakin rajin belajar.

Itulah bentuk konfigurasi sinergitas yang indah dari media massa dengan Walikota/Bupati, pemerintah daerah, legislatif, para pendidik, orangtua dan para siswa. Pekan Depan giliran Bupati Bangka Tengah, Erzaldi Rosman Djohan, Bupati Belitung Darmansyah Husein dan Bupati Beltim Basuri Tjahaya Purnama menerima siswa-siswi berprestasi.

Upacaranya sederhana dan biasa namun itulah sebentuk apresiasi terhadap perjuangan-perjuangan anak muda pada kedisiplinan, ketekunan dan spirit belajar. Bagi Walikota dan Para Bupati, konfigurasi siswa berprestasi pun menjadi fenomena strategi dan keadilan dalam pendidikan.

"Sistem dan strategi pendidikan Bangka Barat mengindikasikan on the tract: ada siswa berprestasi dari Negeri maupun Swasta. Ada yang dari Muntok tapi ada pula yang dari Tempilang," kata Ustad Zuhri.
Yusroni Yazid berkesimpulan tekad dan kerja keraslah penentu keberhasilan. "Lihat anak dari Kampung Nelayan justru meraih prestasi tertinggi," kata Yusroni.

Sementara Walikota Zulkarnain menyemangati, "Genggamlah garis tangan Anda dalam kepalan tangan Anda, maka faktor garis tangan di luar kepalan Anda hanyalah sedikit. Artinya kesuksesan dan prestasi kita sesungguhnya berasal dari diri kita sendiri!"

Last but not least! Genggaman tangan dan yel yel Merdeka! kemarin bergema di Hotel Santika  Bangka.  Babel menyelenggarakan Bulan Bung Karno, peringatan 67 lahir Pancasila, 111 tahun kelahiran Bung Karno dan 42 wafat Bung Karno.

Bung Karno muda menjadi inspirasi dan spirit anak bangsa dalam kebebasan dan kemerdekaan. Bahkan, Budayawan dan sejarawan Babel Drs Akhmad Elvian, menyebut  Bangka menjadi Pusat Diplomasi Internasional oleh Bung Karno.
Sedang bagi Letjend Drs Sidharto Danusubroto SH,  spirit Bung Karno amat relevan untuk memotret prestasi perjalanan bangsa kekinian dengan "Indonesia Menggugatnya". Bung Karno tidak surut dan mengubah sikap perjuangan politik Indonesia merdeka kendati penjara dan pembuangan selalu ditimpakan pada Bung Karno.

Prestasi bukanlah cinta diri melainkan  menjadi laku pengorbanan. Kepada Sidharto Bung Karno menyatakan bahwa dirinya bisa dikucilkan, dijauhkan dari keluarga, bahkan ditahan dan lama-lama akan mati sendiri. "Tapi, catat yo To? (Sidharto): jiwa, ide, ideologi, semangat, tak dapat dibunuh!" tandas Bung Karno. Semoga!

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved