Pangan Laut Jadi Andalan Jepang
Bangkapos.com - Senin, 25 Juni 2012 22:33 WIB
Share |

BANGKAPOS.COM, TOKYO - Pangan laut yang ditangkap di lepas pantai Fukushima, Jepang, Senin (25/6/2012) untuk pertama kalinya dijual kepada umum, sejak krisis nuklir di kawasan itu Maret 2011.

Selama ini, pangan laut berupa ikan dan sebagainya tidak dijual karena khawatir terjadi pencemaran radio aktif, dari dua reaktor nuklir yang hancur di kawasan itu.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita AP, sejauh ini baru pangan laut berupa gurita dan siput yang dijual kepada umum. Pembatasan produk yang dijual ini, karena masih ada khawatiran radiasi nuklir dari reaktor Fukushima masih ada pada sejumlah besar pangan laut lainnya.

"Gurita dan siput dipilih untuk penjualan kepada umum, termasuk ekspor, karena setelah tes tingkat pencemaran radioatif menunjukkan bersih pencemaran," demikian laporan koperasi perikanan dari Prefektual (Provinsi) Fukushima.

Gurita dan siput ditangkap pada hari Jumat, direbus selama mungkin, kemudian melewati tes pencemaran radioatif sebelum dijual pada hari Senin ini.

Selama ini semua hasil pangan laut yang ditangkap tidak dijual, karena terkontaminasi radioaktif.T es pada gurita dan siput yang sejauh ini lolos dari bahaya kontaminasi. Sementara pangan laut lain, seperti berbagai jenis ikan yang banyak berasal dari daerah itu, belum bisa dijual karena kadar kontaminasi radioaktif masih di atas ambang batas.

Guncangan gempa bumi skala diatas 9,2 pada skala Richter, yang mengguncang kawasan Fukushima pada 11 Maret 2011, menimbulkan kerusakan. Tsunami yang muncul setelah gempa, menghancurkan kawasan itu.

Seluruh kota dan kawasan terkontaminasi akibat radioaktif yang bocor, dari reator nuklir di Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Fukushima Dai-ichi. Tiga reaktor nuklir yang ada meleleh, setelah sistem pendingin air yang ada bocor akibat bak penampungnya retak dihantam guncangan gempa.(*/kompas)

 



Editor : emil
Sumber : Kompas.com


Rekomendasi Facebook