Prandelli Sesumbar Timnya Kalahkan Jerman
Pelatih Italia, Cesare Prandelli, mengakui bahwa Jerman adalah salah satu
Tayang:
BANGKAPOS.COM, WARSAWA - Pelatih Italia, Cesare Prandelli, mengakui bahwa Jerman adalah salah satu favorit juara Piala Eropa kali ini. Meski demikian, bukan berarti "Der Panzer" tidak bisa dikalahkan oleh Italia di babak semifinal, Kamis atau Jumat (29/6/2012) dini hari WIB.
Sepanjang turnamen ini, performa Jerman memang cukup meyakinkan. Tim asuhan Joachim Loew itu menjalani babak penyisihan Grup B dengan nilai sempurna dari tiga laganya melawan Portugal, Denmark, dan Belanda. Di perempat final, giliran Yunani yang diempaskan Jerman dengan skor 4-2.
Sementara itu, Italia belum maksimal dalam turnamen ini. Di babak penyisihan grup, Andrea Pirlo dan kawan-kawan dua kali seri melawan Spanyol dan Kroasia dan hanya meraih satu kali kemenangan atas Irlandia. Sementara di babak perempat final, "Gli Azzurri" susah payah mengalahkan Inggris 4-2 lewan adu penalti, setelah waktu normal berakhir 0-0.
"Jerman memang lebih difavoritkan untuk melaju ke final. Tetapi, jika kami menyiapkan laga dengan baik, maka tidak ada tim yang tidak dapat dikalahkan," ujar Prandelli seperti dilansir Football Italia.
"Kami bermain berdasarkan beberapa kelemahan lawan kami. Hal itu harus dipersiapkan secara rinci dan kami akan melakukannya," katanya lagi.
Menurut Prandelli, pihaknya kini sudah memantau permainan Jerman dalam beberapa laga terakhirnya. Italia, kata dia, tidak bisa bermain secara bertahan ketika melawan tim seperti Jerman.
"Saya lebih memilih untuk mencetak gol dari serangan balik daripada menderita di barisan belakang selama 20 menit. Para pemain sekarang baru menyadari bahwa mereka mempunyai kapasitas luar biasa," tuturnya.
"Kami memiliki penguasaan bola sebanyak 68 persen ketika melawan Inggris. Ketika mempunyai kemampuan seperti itu, maka Anda dapat meraih hal yang diinginkan," tegas Prandelli.(*/kompas)
Sepanjang turnamen ini, performa Jerman memang cukup meyakinkan. Tim asuhan Joachim Loew itu menjalani babak penyisihan Grup B dengan nilai sempurna dari tiga laganya melawan Portugal, Denmark, dan Belanda. Di perempat final, giliran Yunani yang diempaskan Jerman dengan skor 4-2.
Sementara itu, Italia belum maksimal dalam turnamen ini. Di babak penyisihan grup, Andrea Pirlo dan kawan-kawan dua kali seri melawan Spanyol dan Kroasia dan hanya meraih satu kali kemenangan atas Irlandia. Sementara di babak perempat final, "Gli Azzurri" susah payah mengalahkan Inggris 4-2 lewan adu penalti, setelah waktu normal berakhir 0-0.
"Jerman memang lebih difavoritkan untuk melaju ke final. Tetapi, jika kami menyiapkan laga dengan baik, maka tidak ada tim yang tidak dapat dikalahkan," ujar Prandelli seperti dilansir Football Italia.
"Kami bermain berdasarkan beberapa kelemahan lawan kami. Hal itu harus dipersiapkan secara rinci dan kami akan melakukannya," katanya lagi.
Menurut Prandelli, pihaknya kini sudah memantau permainan Jerman dalam beberapa laga terakhirnya. Italia, kata dia, tidak bisa bermain secara bertahan ketika melawan tim seperti Jerman.
"Saya lebih memilih untuk mencetak gol dari serangan balik daripada menderita di barisan belakang selama 20 menit. Para pemain sekarang baru menyadari bahwa mereka mempunyai kapasitas luar biasa," tuturnya.
"Kami memiliki penguasaan bola sebanyak 68 persen ketika melawan Inggris. Ketika mempunyai kemampuan seperti itu, maka Anda dapat meraih hal yang diinginkan," tegas Prandelli.(*/kompas)