Selasa, 1 September 2015

Mainan Plastik dan Obesitas

Selasa, 26 Juni 2012 08:16

Mainan Plastik dan Obesitas
shutterstock
Ilustrasi

Menurut peneliti, zat kimia yang perlu diwaspadai tersebut bernama phthalates. Selain terdapat pada empeng, bahan kimia berbahaya ini dikabarkan juga terdapat pada beberapa jenis mainan anak yang terbuat dari plastik. Zat yang juga disebut di-etilheksil phthalate (DEHP) ini diduga dapat mengubah fungsi biologis yang terlibat dalam metabolisme lemak. Dalam penelitian terungkap, anak-anak dengan tingkat DEHP tertinggi memiliki hampir lima kali kemungkinan mengalami obesitas dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki tingkat DEHP terendah.

"Zat ini dapat memicu pengaturan pembentukan lemak dan metabolisme lemak," jelas rekan peneliti studi, Dr Mi Jung Park, ahli endokrinologi pediatrik di Inje University College of Medicine, Seoul, Korea Selatan.

Menurut Park, DEHP dapat melakukan dua hal yang berbeda pada tubuh manusia dalam meningkatkan pembentukan lemak. DEHP kemungkinan dapat mengurangi efek androgen - hormon seks pria - yang menurunkan indeks massa tubuh (BMI). Namun, zat ini juga dapat mengganggu fungsi tiroid, yang memiliki peran dalam kenaikan berat badan. Park mengatakan, terganggunya hormon androgen atau tiroid dapat mempengaruhi nafsu makan atau tingkat metabolisme makanan.

Sementara itu penelitian lain menunjukkan, paparan phthalates dapat memengaruhi pertumbuhan payudara pada anak laki-laki, masalah reproduksi pada pria dan berat badan lahir rendah.

Dalam kajiannya, para peneliti mengukur tingkat DEHP dalam darah pada 204 anak mulai dari usia 6 sampai 13 tahun. Sebanyak 105 anak di antaranya dianggap mengalami obesitas dan 99 anak memiliki berat badan normal.

Hasil kajian menunjukkan, anak-anak dengan tingkat BMI yang lebih tinggi, memiliki tingkat DEHP lebih tinggi pula dalam tubuh mereka. Peningkatan risiko obesitas dengan tingkat DEHP yang tinggi tidak terkait dengan jumlah aktivitas fisik atau asupan kalori sehari-hari.

Rencananya temuan ini akan di presentasi pada pertemuan tahunan Endocrine Society di Houston. Peneliti mengatakan, temuan ini tidak menunjukkan hubungan sebab akibat antara tingkat kadar DEHP dalam darah dan obesitas.

Halaman12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas