• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Bangka Pos

Mainan Plastik dan Obesitas

Selasa, 26 Juni 2012 08:16 WIB
Mainan Plastik dan Obesitas
shutterstock
Ilustrasi
BANGKAPOS.COM - Para orangtua sebaiknya lebih waspada dalam memberikan mainan kepada anak mereka, terutama mainan berbahan dasar plastik. Mengapa? Sebuah riset teranyar mengklaim, paparan zat kimia yang terdapat pada plastik berkaitan dengan tingginya kasus obesitas pada anak-anak.

Menurut peneliti, zat kimia yang perlu diwaspadai tersebut bernama phthalates. Selain terdapat pada empeng, bahan kimia berbahaya ini dikabarkan juga terdapat pada beberapa jenis mainan anak yang terbuat dari plastik. Zat yang juga disebut di-etilheksil phthalate (DEHP) ini diduga dapat mengubah fungsi biologis yang terlibat dalam metabolisme lemak. Dalam penelitian terungkap, anak-anak dengan tingkat DEHP tertinggi memiliki hampir lima kali kemungkinan mengalami obesitas dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki tingkat DEHP terendah.

"Zat ini dapat memicu pengaturan pembentukan lemak dan metabolisme lemak," jelas rekan peneliti studi, Dr Mi Jung Park, ahli endokrinologi pediatrik di Inje University College of Medicine, Seoul, Korea Selatan.

Menurut Park, DEHP dapat melakukan dua hal yang berbeda pada tubuh manusia dalam meningkatkan pembentukan lemak. DEHP kemungkinan dapat mengurangi efek androgen - hormon seks pria - yang menurunkan indeks massa tubuh (BMI). Namun, zat ini juga dapat mengganggu fungsi tiroid, yang memiliki peran dalam kenaikan berat badan. Park mengatakan, terganggunya hormon androgen atau tiroid dapat mempengaruhi nafsu makan atau tingkat metabolisme makanan.

Sementara itu penelitian lain menunjukkan, paparan phthalates dapat memengaruhi pertumbuhan payudara pada anak laki-laki, masalah reproduksi pada pria dan berat badan lahir rendah.

Dalam kajiannya, para peneliti mengukur tingkat DEHP dalam darah pada 204 anak mulai dari usia 6 sampai 13 tahun. Sebanyak 105 anak di antaranya dianggap mengalami obesitas dan 99 anak memiliki berat badan normal.

Hasil kajian menunjukkan, anak-anak dengan tingkat BMI yang lebih tinggi, memiliki tingkat DEHP lebih tinggi pula dalam tubuh mereka. Peningkatan risiko obesitas dengan tingkat DEHP yang tinggi tidak terkait dengan jumlah aktivitas fisik atau asupan kalori sehari-hari.

Rencananya temuan ini akan di presentasi pada pertemuan tahunan Endocrine Society di Houston. Peneliti mengatakan, temuan ini tidak menunjukkan hubungan sebab akibat antara tingkat kadar DEHP dalam darah dan obesitas.

Park mengatakan orang tua harus memahami bahwa phthalates hampir ada di mana-mana - apakah itu didalam makanan, air, tas plastik dan pembungkus makanan, kosmetik, lotion, shampo dan mainan. Wanita hamil, bayi prematur dan anak-anak sangat sensitif terhadap bahan kimia ini.

"Menempatkan air panas atau makanan panas ke dalam wadah plastik dapat membahayakan," Park menambahkan.

Sementara itu, Johanna Congleton, peneliti senior dan ahli toksikologi di Environmental Working Group di Washington, DC, mengimbau supaya para orangtua dapat menghindari paparan phthalates pada anak mereka. "Ini tindakan pencegahan yang baik, dan konsumen harus menghapus satu demi satu penggunaan senyawa tersebut," katanya.


Sumber : healthdaynews
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
115621 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas