Selasa, 9 Juni 2026

Panen Sepanjang Masa

Pulau Belitung senantiasa memikat setiap kali kita mengunjungi, berdialog dan membiarkan diri bermimpi bersamanya.

Tayang:
Editor: Dedy Purwadi
Jika engkau ingin memanen semusim, maka tanamlah biji-bijian.
Ingin memanen sepanjang tahun, tanamlah pohon.
Namun, jika engkau ingin memanen sepanjang masa,
didiklah manusia yang menanamnya".

(Filsuf Cina, Lao Tse)

PULAU BELITUNG senantiasa memikat setiap kali kita mengunjungi, berdialog dan membiarkan diri bermimpi bersamanya. Mimpi-mimpi itu ternyata bukan impian tak bertepi. Banyak mimpi-mimpi yang sudah berujung pada realisasi.

Bupati Belitung, H Darmansyah Husein dan Bupati Belitung Basuri Tjahaja Purnama  banyak menangkap peluang dari berbagai potensi dan tebaran proses kreatif yang menaikkan pamor serta mendorongnya demi berbagai basis peningkatan ekonomi mauapun kesejahteraan lainnya.

Dari diskusi dan "semacam curhat" dengan Bupati Darmansyah maupun Bupati Basuri mimpi-mimpi kedua pemimpin itu seringkali tersandera oleh faktor eksternal yang kadangkala tak terjangkau lagi oleh otoritas mereka.
Kita mencatat konfigurasi kinerja yang ditampilkan oleh sumber daya manusia (SDM) Belitung dan Belitung Timur dalam konteks  provinsial dari Novel Laskar Pelangi, Remarknya Film Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Musical Laskar Pelangi, Laskar Pelangi Song Book, Penerjemahan Laskar Pelangi oleh 20 Negara dan Penerbit-penerbit Pemenang Nobel, Visit Babel Archipelago, Sail Wakatobi - Belitong, Desa Laskar Pelangi, Festival Laskar Pelangi dan rangkaian ikutannya.

Bahkan, Bupati Belitung Timur Basuri masih terus bermimpi menciptakan Negeri Sejuta Pelangi untuk memberi aksentuasi dan penguatan pada format dan konsep wisata dan sektor Belitung Timur lainnya. Sadar bahwa sumber daya alam tiada memberi manfaat maksimal manakala sumber daya manusia tidak meningkat secara kwantitas dan kualitas, Bupati, Wabup, Ketua dan Anggota DPRD Beltim bersinergi dalam Edu Care.

Konsep dan Format edu care Beltim dipresentasikan secara detil oleh Bupati Basuri  di hadapan siswa-siswi berprestasi dari SD, SLTP dan SLTA, Kamis (28/6). Selain menyekolahkan para guru di Yohanes Surya agar berefek domino positif pada kualitas sdm, Beltim juga memberikan beasiswa yang signifikan kepada putra-putri terbaik Beltim.

Sebagaimana nasehat Zhuge Liang kepada  anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses, menanam bibit unggul sdm memerlukan  kehati-hatian karena pendidikan berientasi  membentuk sebuah karakter yang utuh.
Pepatah  Tionghoa mengatakan , "Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh."

Last but not least. Sebagaimana Bupati Bangka Tengah Erzaldi Rosman Djohan, dan Ketua GERAM  Babel M Irwansyah Sofyan Rebuin, Bupati Basuri juga sangat komit pada art of reading serta art of writing. Sebagai pemimpin Bupati Basuri menjalankan apa yang dikatakan  Jenderal DW Eisenhower bahwa kepemimpinan adalah seni memotivasi sdm agar tahu sasaran yang ditujunya.

Melampaui seni memotivasi, Basuri melakukan eksekusi; sehingga mimpi-mimpi menjadi inspirasi yang mencipta. Apalagi persemaian bibit-bibit unggul manusia yang membumikan mimpi dididik dengan baik; tidak hanya bibit unggul individual alami, tetapi negara dalam hal ini Beltim yang mengelola sehingga tidak hanya 10 persen yang berprestasi namun 70 - 80 persen berprestasi.
Kalau demikian besar kepedulian negara pada sdm, branding Negeri Sejuta Pelangi pun sesungguhnya  kembali menggetarkan dunia  karena bukan hanya mimpi tak bertepi tapi sebuah kerinduan dan ambisi di atas eksistensi. Semoga!

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved