Pemain Terbaik Euro 2012 Pilihan Kompas
Tak mudah untuk memilih 11 pemain terbaik Eropa di posisinya masing-masing, untuk dimainkan bersama dalam satu kesebelasan. Maklum
BANGKAPOS.COM - Tak mudah untuk memilih 11 pemain terbaik Eropa di posisinya masing-masing, untuk dimainkan bersama dalam satu kesebelasan. Maklum, benua biru sarat pemain bintang karena liga sepak bola mereka termasuk yang berkualitas baik dan level Piala Eropa menyerupai Piala Dunia. Tim Piala Eropa ”Kompas” akhirnya memilih 11 pemain terbaik itu dalam formasi 4-2-3-1, salah satu formasi yang banyak dimainkan di Polandia-Ukraina kali ini.
Mungkin bukan pilihan terbaik dan tetap memunculkan debat di sana-sini. Misalnya, mengapa pilihan untuk kiper jatuh ke penjaga gawang Italia, Gianluigi Buffon, bukan Iker Casillas (Spanyol). Lalu gelandang serang di sayap kanan terpilih Jesus Navas, bukan David Silva yang lebih kerap menjadi starter. Pilihan-pilihan itu disertai alasan yang mendasari kami memilih mereka. Sebagai pelatih adalah Cesare Prandelli.
MARIO BALOTELLI
”Super Mario” mendadak membahana. Julukan pujian ini disematkan pada striker Italia, Mario Balotelli, setelah dua gol spektakuler di semifinal. Hingga semifinal, pemain berusia 21 tahun ini mengoleksi tiga gol. Balotelli dikenal berkarakter kontroversial. Jadi, perlu kesabaran dan pengertian untuk menghadapinya. Menurut Pelatih Cesare Prandelli, karier Balotelli (yang sebenarnya) baru dimulai, dengan menyuguhkan penampilan brilian. Teman setimnya, Giorgio Chiellini, memuji Balotelli sebagai penyerang yang pergerakannya sulit diduga. Satu tim pilihan membutuhkan sosok yang semangatnya berapi-api seperti Balotelli. Eksekutor yang sulit ditebak.
JESUS NAVAS
Jesus Navas (26) agaknya lebih tepat dimasukkan ke tim pilihan ”Kompas” ketimbang David Silva. Dribel dan passing bola Navas lebih tajam di sepanjang turnamen ini, khususnya untuk menangani sisi kanan. Dalam formasi 4-2-3-1, Navas di kanan berpadu dengan Xavi di tengah dan Ronaldo di kiri sebagai gelandang serang akan menghadirkan campuran adonan yang sedap. Navas menyumbang satu gol untuk Spanyol saat melawan Kroasia di penyisihan Grup C. Operannya tidak terlalu banyak dan upaya tendangan ke gawang kurang, tetapi Navas adalah pilihan terbaik Vicente del Bosque saat dibutuhkan untuk menjelajah lapangan.
XAVI HERNANDEZ
Dengan pilihan formasi 4-2-3-1, Xavi Hernandez (32) akan sangat pas dipasang di posisi gelandang serang bersama Cristiano Ronaldo dan Jesus Navas. Sosok rendah hati ini mampu mengolah dan mengatur serangan bersama Andres Iniesta pada laga pembuka Spanyol versus Italia di Grup C. Gaya passing tiki-taka yang sangat melekat dalam diri Xavi ketika menyokong Barcelona mewujud di tim nasional Spanyol. Dia memang raja passing. Selama penyisihan hingga semifinal, dia memproduksi passing terbanyak, yakni 533. Sebanyak 455 di antaranya terantarkan dengan sempurna. Itulah yang membuat Xavi menonjol di sepanjang pertandingan.
CRISTIANO RONALDO
Striker paling mahal di Planet Bumi, Cristiano Ronaldo (27), adalah sihir. Selain dandanan rambutnya, wajah gantengnya, dan tatapan mata elangnya, Ronaldo adalah striker berkualitas. Dia berbahaya di semua lini sejauh 40-an meter dari gawang. Kendati ”mandul” di awal turnamen, penyerang Real Madrid ini kemudian menunjukkan kelasnya. Dia mencetak tiga gol, termasuk gol penentuan ke semifinal. Kendati Portugal kalah dari Spanyol di semifinal, Ronaldo tetap menempati peringkat tertinggi Castrol Edge Index dengan poin 9,68. Indeks dihitung berdasarkan passing, tackling, penyelamatan bola, dan kemampuan mencetak gol.
ANDREA PIRLO
Pada usia 33 tahun, Andrea Pirlo kini sedang ranum-ranumnya. Gelandang Juventus ini menjadi roh permainan dinamis Italia sejak pertandingan pertama Piala Eropa 2012. Dia tiga kali dianugerahi man of the match, kala melawan Kroasia di penyisihan, Inggris di perempat final, dan Jerman di semifinal. Perannya bukanlah sang eksekutor, tetapi dia pun menyumbang satu gol saat melawan Kroasia. Pirlo yang berpadu dengan Riccardo Montolivo meracik serangan untuk Mario Balotelli dan Antonio di Natale, dan gol. Benar kata eks Pelatih Jerman Juergen Klinsmann, Pirlo adalah gelandang yang harus diwaspadai. Dia layak menjadi bagian dari tim impian.
SAMI KHEDIRA
Bagaimana jika duo Sami Khedira (25) dan Andrea Pirlo (33) dipercaya mengatur lapangan tengah tim pilihan ”Kompas”? Khedira memiliki kreativitas untuk mengolah dan membagi bola bagi kawan-kawannya. Gelandang bertahan Jerman yang bermain selama 450 menit di Piala Eropa 2012 ini mewakili soliditas tim Jerman. Empat kali tendangannya mencapai sasaran dan satu di antaranya berbuah gol, yakni saat menghadapi Yunani di perempat final. Arah tendangan Khedira kadang tidak terduga, seperti ketika melawan Italia. Dia membuat kiper Gianluigi Buffon kaget meski kemudian dapat menguasai bola.
PEPE
Pepe (29) sepertinya pas di posisi tengah belakang, memperkuat pertahanan bersama Sergio Ramos, John Terry, dan Jordi Alba. Pepe adalah pemain bertahan yang tangguh, tanpa kompromi, dan sulit dilewati, sampai-sampai beberapa kali dia bermasalah dengan wasit dan pemain lawan. Sepanjang memperkuat Portugal, bek Real Madrid ini begitu anggun membawa bola. Apalagi dengan energi yang seolah tidak pernah habis itu, Pepe sangat agresif bergerak. Saat melawan Denmark di penyisihan, Pepe dengan karismanya mampu mengolah pergerakan di lini belakang. Hal yang patut dicatat, dia juga menyumbangkan satu gol pada laga itu.