Sabtu, 20 Desember 2014
Bangka Pos

Seorang Hakim Terancam Dipecat

Selasa, 10 Juli 2012 15:07 WIB

Seorang Hakim Terancam Dipecat
google
ilustrasi
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Putu Suwika, seorang hakim dari Pengadilan Negeri Denpasar terancam dipecat lantaran diduga melakukan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim dengan cara berkomunikasi pada saat hingga sampai persidangan selesai dengan kuasa hukum Penggugat.

"Menurut laporan, Anda melakukan pertemuan dengan kuasa hukum peggugat di tempat karokean ketika perkara masih berlangsung," ujar Suparman Marzuki selaku anggota Majelis Kehormatan Hakim dalam sidang MKH yang digelar di ruang sidang Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2012).

Majelis Kehormatan Hakim lain juga beranggapan, bahwa Putu Suwika selaku hakim terlapor juga sering meminjam uang kepada Rifan, selaku kuasa hukum Penggugat. Bahkan, Putu Suwika juga diduga pernah berhubungan dengan wanita yang bukan istri dan menggelapkan mobil.

"Saat menjabat Wakil Ketua PN Palangkaraya, ia dipindahkan lagi menjadi hakim biasa di PN Mataram karena telah dilaporkan warga setempat dengan tuduhan menggelapkan mobil," kata Djaja Ahmad Jayus selaku anggota Majelis Kehormatan Hakim.

Putu Suwika sempat membantah bahwa dirinya melakukan pertemuan di tempat karokean pada saat perkara masih berlangsung. Bahkan dirinya juga bersikeras telah mengembalikan uang yang dipinjam dari Rifan.

"Saya bertemu dia (Rifan) setelah perkara sudah putus. Soal pinjaman saya juga sudah saya kembalikan sebanyak 35 juta disaksikan oleh Ketua Pengadilan Negeri," kata Putu Suwika.
Editor: suhendri
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas