Selasa, 26 Mei 2026

JSI: Golput Pilkada DKI 38 Persen

Jaringan Suara Indonesia (JSI) menyatakan partisipasi masyarakat yang tidak ikut dalam pilkada DKI Jakarta cukup besar sekitar 38 persen.

Tayang:
Editor: fitriadi
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Berdasarkan hasil penghitungan cepat atau quick count yang dilakukan Jaringan Suara Indonesia (JSI) dalam Pilkada DKI Jakarta ternyata partisipasi masyarakat yang tidak ikut dalam pemilihan alias Golput cukup besar sekitar 38 persen.

Hal tersebut menunjukan, tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada DKI kali ini lebih rendah dibandingka Pilkada sebelumnya.

"Saat ini partisipasi pemilih sekitar 62,07 persen. Artinya, sumsi banyaknya calon dan adanya calon independen ternyata tidak mengubah partisipasi pemilih 38 persen tidak ikut," ungkap Direktur Riset JSI Eka Pusmayadi di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012).

Berdasarkan Survey sebelum pemilihan, banyak warga yang belum bisa memastikan untuk ikut berpartisipasi dalam pemilihan karena alasan ekonomi. Banyak warga harus bekerja karena kebetulan hari ppencoblosan berlangsung di hari kerja.

"Alasannya hari Rabu, mereka memang orang yang bekerja, sehingga alasannya dari sisi ekonomis, 40 persen dalam survey tersebut menjelaskan kemungkinan mereka tidak akan datang karena di hari H tidak libur. Mereka beranggapan bila tidak kerja maka tidak dapat uang," jelasnya.

Sementara 10 persen masyarakat lainnya yang disurvey dengan alasan bermacam-macam, ada yang ingin tinggak di rumah atau masih bingung memilih calon yang mana.

Baerdasarkan hasil penghitungan cepat JSI yang dihimpun dari 400 Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang dijadikan sampel JSI dengan jumlah suara 115 340, Jokowi-Basuki mendapatkan 48 413 atau 41,97 persen suara, kemudian disusul pasangan Foke-Nara dengan total suara 39 703 atau 34,42 persen.

Pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini menempati posisi ke tiga dengan perolehan suara 13 148 atau 11,4 persen. Berada di posisi ke empat, pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono dengan perolehan 5 954 suara atau 5,16 persen.

Posisi ke lima ada pasangan calon gubernur independen Faisal Basri-Biem T Benjamin dengan perolehan 5 949 suara atau 5,16 persen. Posisi terakhir diperoleh pasangan independen Hendardji Soepansji-A Riza Patria dengan perolehan 2 173 suara atau 1,88 persen.

Wakil Direktur JSI Fajar S Tamin secara resmi pihaknya mengucapkan selamat kepada pasangan Foke-Nara dan Jokowi-Basuki yang akan bertarung diputaran ke dua.

"Karena tidak ada yang mampu mencapai perolehan suara 50 persen plus satu, maka akan dilakukan putaran ke dua," ucapnya sesat setelah penghitungan quick count berakhir.

Namun jelasnya tentu saja bahwa hasil tersebut buka hasil resmi, sehingga tentu saja untuk hasil sebenarnya harus menunggu hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Tapi berdasarkan hasil perhitungan kami calon nomor satu dan calon nomor tiga akan melenggang di putaran ke dua," ucapnya.

Dalam quick count ini, JSI menggunakan teknik multistage random samplinh dengan tingkat kesalahan atau eror 1 persen. Quick Count adalah penghitungan suara di sejumlah sampel TPS yang dipilih secara acak dan roporsional dari seluruh poppulasi TPS yang ada.

JSI dalam quick count ini mengambil 400 sampel TPS. Untuk Jakarta Barat, JSI mengambil sampel di 88 TPS, kemudian di Jakarta Pusat 45 sampel TPS , Jakarta Selatan 86 sampel TPS, Jakarta Timur 111 sampel TPS, dan untuk Jakarta Utara-Kepulauan Seribu diambil 70 sampel TPS.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved