Bob Marley Jadi Parasit Penghisap Darah
Bangkapos.com - Senin, 16 Juli 2012 08:44 WIB

net
Gnathia marleyi
Berita Terkait
- 410 Siswa Ikut Lomba Melukis dan Mewarnai
- Naluri Agama
- Gara-gara Telur Busuk, Wisnu Harumkan Indonesia
- Tunjangan Profesi Guru Bersertifikat Belum Dibayar
- Tak Ada Dispensasi Bagi yang Tidak Hadir
- Ratusan Mahasiswa UT Ikuti UAS
- UT di Belitung Juga Gelar TAP
- Supriyadi: Hasil Survei 70 Persen TKI Lulusan SD
- Pelajar Indonesia Raih 2 Emas di Olimpiade Fisika…
- UBM Beri Beasiswa Mahasiswa tak Mampu
BANGKAPOS.COM – Legenda musik reggae Bob Marley kini bergabung dengan Barack Obama dan Elvis Presley dalam kelompok pesohor yang namanya diabadikan untuk nama sejumlah spesies hewan.
Dalam kasus Bob Marley, nama musisi asal Jamaika itu diabadikan untuk spesies parasit bercangkang penghisap darah yang banyak menempel pada ikan-ikan di terumbu karang Karibia. Spesies parasit ini kini dikenal dengan nama Gnathia marleyi.
Mengapa nama Bob Marley yang dipilih? "Saya memberi nama spesies ini yang merupakan keajaiban alam dengan nama Bob Marley karena rasa hormat dan kekaguman saya terhadap karya-karyanya," kata Paul Sikkel, seorang pakar biologi kelautan dari Universitas Arkansas. "Selain itu spesies ini adalah keunikan Karibia seperti halnya Bob Marley," tambah Sikkel.
Gnathia marleyi muda biasanya bersembunyi di antara puing karang, spon laut dan ganggang. Mereka biasanya menyerang ikan yang nantinya akan mereka jadikan tempat tinggal. Parasit-parasit ini kemudian terus menerus makan hingga saat mereka mencapai taraf usia dewasa.
"Gnathia dewasa tidak makan sama sekali, namun mereka bisa bertahan hidup hingga tiga pekan hanya dari makanan terakhir mereka saat muda," papar Sikkel.
Penghisap darah
Terumbu karang Karibia menurut Sikkel sangat rentan penyakit. Dan Sikkel mengatakan timnya tengah mempelajari hubungan antara kesehatan terumbu karang dan populasi gnathiid atau parasit-parasit bercangkang penghisap darah.
Golongan gnathiid, seperti halnya Marleyi, adalah parasit eksternal yang banyak hidup di terumbu-terumbu karang. "Secara ekologi mereka sama dengan serangga penghisap darah di daratan atau nyamuk," tambah Sikkel.
Bob Marley yang meninggal dunia pada 1981 lalu, merupakan pelopor musik asal Jamaika yang dikenal sebagai musik reggae. Beberapa karyanya yang paling dikenal antara lain No Woman, No Cry dan Redemption Song.
Sementara Presiden Barack Obama dijadikan nama untuk sejenis lumut, dan Evis Presley diabadikan untuk sejenis lebah. Hasil penelitian Sikkel dan timnya seputar kehidupan Gnathia marleyi dalam jurnal Zootaxia. Penelitian ini didukung dan didanai Yayasan Sains Nasional.
Dalam kasus Bob Marley, nama musisi asal Jamaika itu diabadikan untuk spesies parasit bercangkang penghisap darah yang banyak menempel pada ikan-ikan di terumbu karang Karibia. Spesies parasit ini kini dikenal dengan nama Gnathia marleyi.
Mengapa nama Bob Marley yang dipilih? "Saya memberi nama spesies ini yang merupakan keajaiban alam dengan nama Bob Marley karena rasa hormat dan kekaguman saya terhadap karya-karyanya," kata Paul Sikkel, seorang pakar biologi kelautan dari Universitas Arkansas. "Selain itu spesies ini adalah keunikan Karibia seperti halnya Bob Marley," tambah Sikkel.
Gnathia marleyi muda biasanya bersembunyi di antara puing karang, spon laut dan ganggang. Mereka biasanya menyerang ikan yang nantinya akan mereka jadikan tempat tinggal. Parasit-parasit ini kemudian terus menerus makan hingga saat mereka mencapai taraf usia dewasa.
"Gnathia dewasa tidak makan sama sekali, namun mereka bisa bertahan hidup hingga tiga pekan hanya dari makanan terakhir mereka saat muda," papar Sikkel.
Penghisap darah
Terumbu karang Karibia menurut Sikkel sangat rentan penyakit. Dan Sikkel mengatakan timnya tengah mempelajari hubungan antara kesehatan terumbu karang dan populasi gnathiid atau parasit-parasit bercangkang penghisap darah.
Golongan gnathiid, seperti halnya Marleyi, adalah parasit eksternal yang banyak hidup di terumbu-terumbu karang. "Secara ekologi mereka sama dengan serangga penghisap darah di daratan atau nyamuk," tambah Sikkel.
Bob Marley yang meninggal dunia pada 1981 lalu, merupakan pelopor musik asal Jamaika yang dikenal sebagai musik reggae. Beberapa karyanya yang paling dikenal antara lain No Woman, No Cry dan Redemption Song.
Sementara Presiden Barack Obama dijadikan nama untuk sejenis lumut, dan Evis Presley diabadikan untuk sejenis lebah. Hasil penelitian Sikkel dan timnya seputar kehidupan Gnathia marleyi dalam jurnal Zootaxia. Penelitian ini didukung dan didanai Yayasan Sains Nasional.
Editor : suhendri
Sumber : Tribunnews
Rekomendasi Facebook
