Rabu, 26 November 2014
Bangka Pos

Dituduh Jual ABG, Dijebloskan ke Sel

Selasa, 17 Juli 2012 00:03 WIB

Dituduh Jual ABG, Dijebloskan ke Sel
*/kompas
Ilustrasi

BANGKAPOS.COM, SURABAYA - Terdakwa traficking, Mus bisa bernafas lega setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menghukumnya tujuh bulan penjara, Senin (16/7/2012).

Hukuman ini jauh lebih ringan dibandingkan ancaman hukuman di pasal yang dijeratkan hakim. Majelis hakim yang diketuai Heru Mustofa memastikan dia terbukti mengeksploitasi ekonomi dan seksual anak untuk menguntungkan diri sendiri sesuai Pasal 88 Undang-undang tentang Perlindungan Anak. Dan berdasarkan Pasal 88 ancaman hukuman maksimal yang dijeratkan adalah 10 tahun penjara.

Namun majelis hakim hanya menghukumnya tujuh bulan, meski dia terbukti melanggar Pasal 88.

Vonis inipun lebih ringan dari tuntutan jaksa 15 bulan penjara. Mus terbukti menjual sebut saja, Bunga dan Kembang, keduanya berusia 17 tahun. Keduanya dijual kepada mami  pengelola Café Monalisa di Nusa Tengga Timur (NTT).

Kepada kedua ABG itu, Mus menjanjikan pekerjaan di restoran. Tapi kenyataannya mereka dipekerjakan sebagai purel di sebuah cafe. ”Korban disuruh menemani tamu minum-minum bir dan bahkan diraba-raba,” ucap hakim.

Untuk mengaburkan identitas kedua ABG itu, mereka diminta menempeli KTP orang lain dengan fotonya. Kemudian di fotokopi. Atas kejahatannya itu Mus mendapatkan uang Rp 4 juta dari pengelola cafe.

Kedua ABG itu sempat melarikan diri ke Surabaya. Tapi ketika tiba di Bandara Juanda mereka ketahuan anak buah cafe dan dipaksa kembali ke NTT. Jika tidak mereka harus menebus Rp 3,7 juta.

Kuasa hukum terdakwa, Bob Kudmasa, menolak vonis tersbut. ”Ini tidak adil. Ini rekayasa,” katanya.

Menurutnya, korban suka rela menyerahkan KTP. Dia malah heran kenapa akhirnya kliennya yang dipersalahkan

Editor: emil
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas