Vitae Discimus
SENECA yang hidup pada tahun 4 SM - 65 SM dalam suratnya kepada Lucius menulis "Non scholae sed vitae discimus."
Learn as if you were to live forever."
(Mahatma Gandhi)
SENECA yang hidup pada tahun 4 SM - 65 SM dalam suratnya kepada Lucius menulis "Non scholae sed vitae discimus." Belajar itu sejatinya bukan semata-mata untuk mengajarkan nilai sekolah, universitas, ijazah dan gelar. Pemaknaan Seneca atas belajar adalah sebuah proses untuk memetik nilai-nilai kehidupan yang baik dan benar.
Memasuki semester baru, back to school, back to campus, komsep dan prinsip belajar sebagaimana dimaknai oleh Mahatma Gandhi dan Seneca menyadarkan kepada kita semua baik pejabat pemerintah, wakil rakyat, orangtua, para guru, mahasiswa dan siswa-siswi bahwa belajar merupakan pondasi kehidupan yang wajib dibangun di atas keuletan, disiplin, kecerdasan, kejernihan dan kejujuran.
Sampai kapan ? Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa sesungguhnya belajar itu sejak dalam buaian sampai ke liang lahat, from cradle to the grave. Dan sampai dimana? Sang Nabi dalam haditsnya juga bersabda, "Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke Negeri Cina!" Sabda yang sangat motivasional itu sesungguhnya mengajak kita belajar secara mendalam dan luas.
Kong Hu Cu berkata, "Manakala berfikir untuk satu tahun, tanamlah benih. Nikah berfikir untuk sepuluh tahun, tanamlah pohon. Namun manakala berfikir investasi 100 tahun, tanamlah (baca: didiklah manusia). Hari-hari ini Negeri Laskar Pelangi memulai kembali mendidik anak-anak bangsa untuk seratus tahun dengan nilai dan karakter.
Martin Luther King Jr berkata, "Inteligence plus character - that is the goal of true education" dan dengan kalimat bermaksud sama CS Lewis berkata, "Education without values, as uaefull as it is seem rather to make man a more clever devil"
Bulan Juni 2012, ladang pendidikan Negeri Serumpun Sebalai menunjukkan tingkat panenan yang secara kuantitas meningkat namun di beberapa kabupaten masih tetap diperlukan usaha lebih agar panenan meningkat lagi secara kuantitas maupun kualitas. Sekali lagi vitae discimus.
Bangsa ini tatkala menggariskan bahwa APBN, APBD wajib mengganggarkan di atas 20 persen sejatinya mau menandaskan betapa vitalnya pendidikan bagi Negeri ini. Nelson Mandela berkata, "Education is the most powerfull weapon which you can use to change the world,"
Maka, non scholae sed vitae discimus sejatinya mengandung upaya yang sangat serius dari kita semua: sebuah proses abadi yang luar biasa dan diperjuangkan dengan cara yang luar biasa pula. Sekali lagi: karena belajar sejatinya adalah untuk kehidupan. Semoga!