Waspada Makanan Berbahaya
BALAI Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mendapati makanan mengandung rhodamin B atau pewarna pakaian dalam jajanan buka puasa.
Temuan saat BPOM dan Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang melakukan sidak di pasar Ramadhan di Jalan Depati Hamzah atau Semabung Baru dan Jalan Masjid Jamik. Saat Ramadhan, jajanan makanan berbuka ditemua di banyak raus jalan di Pangkalpinang hingga kota-kota lainnya di Pulau Bangka. Keterbatasan BPOM dan dinas kesehatan tak mampu menjangkau jajajan yang tersebar itu. Maka kesadaran dara produsen jajanan inilah yang dibutuhkan agar penganan berbuka puasa itu terjamin kebersihan dan kesehatannya.
Tidak saja mengejar keuntungan tapi mengorbankan kesehatan konsumen. Apalagi makanan itu digunakan oleh mereka yang berpuasa.
Dampak mengkonsumsi makanan mengandung zat berbahaya seperi rhodamin B yang biasa digunakan untuk pewarna pakaian dalam jangan panjang tak main-main. Dinas kesehatan berkali-kali mengingatkan akan bahaya makanan yang menggunakan zat berbahaya ini. Sidak di beberap tempat yang menjajakan makanan untuk berbuka kemarin upaya mengingatkan para penjual, produsen, dan konsumen bahwa masih banyak disekitar kita makanan yang tak layak dikonsumsi.
Tak saja makanan saat puasa. Di pasaran masih banyak terdapat bahan-bahan tambahan makanan berbahaya pada sejumlah produk pangan olahan industri rumah tangga dan industri kecil. Hal itu terjadi karena kurangnya wawasan pengusaha terhadap keamanan pangan (food safety).
Banyak contoh pelanggaran telah terjadi di lapangan, sebagai wujud ketidaktahuan akan resiko bahaya yang tersembunyi di balik tindakan tersebut.
BPOM beberapa kali menemukan produk-produk seperti sirup, mie, tahu, bakso mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia, seperti pengawet berbahaya (benzoat, formalin, .), pengenyal berbahaya (boraks, ), pewarna berbahaya (Rhodamin-B, Methanyl Yellow ), pemanis buatan (aspartame, sorbitol ) dan bahan tambahan lain dengan dosis yang berlebihan.
Kehati-hatian adalah senjata paling ampuh untuk mencegah resiko negatif dari makanan mengandung zat berbahaya ini. Sidak dan pengujian sampel makanan di pasaranpun tak berhenti saat puasa saja. Hal ini penting agar masyarakat terhindari mengkonsumsi zat berbahaya yang terus mengepung mereka hari-hari ini. (*)